Sejarah Hari Sumpah Pemuda dan Mengenal 3 Lokasi Historisnya
Selasa, 29 Oktober 2024 - 07:31 WIB
Gedung Indonesische Clubgebouw inilah yang saat ini dikenal dengan Museum Sumpah Pemuda. Museum ini terletak di Jalan Kramat Raya No 106, Jakarta Pusat. Museum ini bisa dikunjungi dan terbuka untuk umum.
Rapat ini kemudian diakhiri dengan mendengarkan lagu “Indonesia Raya” yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman yang diiringi oleh alat musik biola, dan di sambut meriah oleh seluruh peserta kongres.
Kemudian, setelah melewati berbagai rapat dan diskusi intens, Kongres Pemuda II akhirnya menghasilkan sebuah ikrar yang dikenal dengan Sumpah Pemuda, yang berisi :
Sumpah Pemuda
Pertama, kami putera dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kedua, kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga, kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa yang satu, bahasa Indonesia.
Adapun rumusan ini dirumuskan oleh Mohammad Yamin, dibacakan oleh Sugondo Djojopuspito selaku ketua, dan disetujui oleh seluruh peserta kongres.
Momen ini kemudian menjadi tonggak sejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, karena menunjukkan tekad kuat para pemuda untuk bersatu dan melawan penjajah melalui persatuan dan kesatuan.
Demikian ulasan singkat mengenai sejarah Hari Sumpah Pemuda dan tiga lokasi historisnya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca setia SINDOnews.
Rapat ini kemudian diakhiri dengan mendengarkan lagu “Indonesia Raya” yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman yang diiringi oleh alat musik biola, dan di sambut meriah oleh seluruh peserta kongres.
Kemudian, setelah melewati berbagai rapat dan diskusi intens, Kongres Pemuda II akhirnya menghasilkan sebuah ikrar yang dikenal dengan Sumpah Pemuda, yang berisi :
Sumpah Pemuda
Pertama, kami putera dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kedua, kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga, kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa yang satu, bahasa Indonesia.
Adapun rumusan ini dirumuskan oleh Mohammad Yamin, dibacakan oleh Sugondo Djojopuspito selaku ketua, dan disetujui oleh seluruh peserta kongres.
Momen ini kemudian menjadi tonggak sejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, karena menunjukkan tekad kuat para pemuda untuk bersatu dan melawan penjajah melalui persatuan dan kesatuan.
Demikian ulasan singkat mengenai sejarah Hari Sumpah Pemuda dan tiga lokasi historisnya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca setia SINDOnews.
(nnz)
Lihat Juga :