Sertifikat Bahasa Level N5 Jadi Syarat Utama Pemagangan ke Jepang
Selasa, 10 Desember 2024 - 17:27 WIB
Ia menerangkan, pemagang di Jepang tidak menerima gaji, melainkan uang saku. Pada tahun pertama, uang saku rata-rata sebesar 100.000 yen atau sekitar Rp10 juta. Jumlah ini meningkat setiap tahun, dengan kenaikan 10.000 yen per tahun.
Dia menuturkan, program pemagangan ke Jepang memberikan peluang bagi para alumninya untuk berkembang lebih jauh, baik sebagai pengusaha, manajer di perusahaan Jepang, maupun pekerja migran yang tersertifikasi.
“Bahkan ada alumninya yang bekerja di monorel DKI. Ada juga yang mempunyai sawah luas serta membuka usaha sendiri. Ada juga yang kuliah. Tentu kita serahkan ke mereka (peluang kerja setelah lulus). Banyak yang berhasil dan itu hal yang baik,” tambahnya.
Agung menambahkan, program pemagangan ke Jepang tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan SDM Indonesia yang lebih berkualitas dan kompetitif di tingkat global.
Dengan kuota pemagangan yang mencapai 80.000 hingga 90.000 peserta, Jepang memberikan kepercayaan besar kepada Indonesia karena melihat potensi besar pada para pemagang asal Indonesia.
Dia menuturkan, para pemagang asal Indonesia mendapat respons positif dari pihak Jepang. Mereka dikenal memiliki sikap disiplin, sopan santun, dan etos kerja yang tinggi. Sikap tersebut menjadi salah satu alasan Jepang terus meningkatkan kuota pemagang dari Indonesia.
Dia menuturkan, program pemagangan ke Jepang memberikan peluang bagi para alumninya untuk berkembang lebih jauh, baik sebagai pengusaha, manajer di perusahaan Jepang, maupun pekerja migran yang tersertifikasi.
“Bahkan ada alumninya yang bekerja di monorel DKI. Ada juga yang mempunyai sawah luas serta membuka usaha sendiri. Ada juga yang kuliah. Tentu kita serahkan ke mereka (peluang kerja setelah lulus). Banyak yang berhasil dan itu hal yang baik,” tambahnya.
Agung menambahkan, program pemagangan ke Jepang tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan SDM Indonesia yang lebih berkualitas dan kompetitif di tingkat global.
Dengan kuota pemagangan yang mencapai 80.000 hingga 90.000 peserta, Jepang memberikan kepercayaan besar kepada Indonesia karena melihat potensi besar pada para pemagang asal Indonesia.
Dia menuturkan, para pemagang asal Indonesia mendapat respons positif dari pihak Jepang. Mereka dikenal memiliki sikap disiplin, sopan santun, dan etos kerja yang tinggi. Sikap tersebut menjadi salah satu alasan Jepang terus meningkatkan kuota pemagang dari Indonesia.
Lihat Juga :