Dosen di Bali Ciptakan Teknologi Protokol New Normal
Selasa, 01 September 2020 - 13:02 WIB
Dengan adanya alat ini, maka dapat mengurangi kontak antara security dengan pengujung. Security tidak perlu lagi melakukan pengecekan masker dan temperature kepada pengunjung karena telah dilakukan oleh teknologi ini. "Kapasitas orang yang ada di dalam gedung juga dapat dikontrol sehingga tidak melebihi ketentuan," papar Adi. (Baca juga: Tak Terpakai, 38.000 Tablet Dipinjamkan ke Siswa Tak Mampu untuk PJJ )
Satwika, partner Adi mengaku, satu unit prototype automatic inspection gate sudah dipasang di Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII untuk showcase. Ke depan ia mengaku akan dibuat lagi untuk ditempatkan di kantor pemerintah kabupaten/kota di Bali. "Sejauh ini sudah ada beberapa instansi yang meminta," ungkapnya.
Ketua STMIK Primakara I Made Artana berharap makin banyak kampus yang dapat terus menghadirkan inovasi yang bisa menyelesaikan masalah nyata di masyarakat. "Semoga alat ini dapat berguna untuk membantu melakukan penyesuaian kebiasaan yang baru," kata dia.
Menurut dia, pandemi COVID-19 memberikan peluang bagi perguruan tinggi untuk berpikir lebih keras untuk memunculkan berbagai inovasi, bukan saja di sisi teknologi, tapi banyak hal bisa melahirkan pemikiran baru karena dunia yang berbeda.
Oleh karena itu, dengan adanya pandemi ini pihaknya berharap adanya pemanfaatan produk lokal. "Alih-alih membeli produk yang mahal, kenapa tidak dicoba dengan memanfaat produk lokal yang harganya lebih bersahabat," katanya.
Satwika, partner Adi mengaku, satu unit prototype automatic inspection gate sudah dipasang di Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII untuk showcase. Ke depan ia mengaku akan dibuat lagi untuk ditempatkan di kantor pemerintah kabupaten/kota di Bali. "Sejauh ini sudah ada beberapa instansi yang meminta," ungkapnya.
Ketua STMIK Primakara I Made Artana berharap makin banyak kampus yang dapat terus menghadirkan inovasi yang bisa menyelesaikan masalah nyata di masyarakat. "Semoga alat ini dapat berguna untuk membantu melakukan penyesuaian kebiasaan yang baru," kata dia.
Menurut dia, pandemi COVID-19 memberikan peluang bagi perguruan tinggi untuk berpikir lebih keras untuk memunculkan berbagai inovasi, bukan saja di sisi teknologi, tapi banyak hal bisa melahirkan pemikiran baru karena dunia yang berbeda.
Oleh karena itu, dengan adanya pandemi ini pihaknya berharap adanya pemanfaatan produk lokal. "Alih-alih membeli produk yang mahal, kenapa tidak dicoba dengan memanfaat produk lokal yang harganya lebih bersahabat," katanya.
(mpw)
Lihat Juga :