Kisah Annisa, Anak Buruh Harian Lulusan Terbaik Kedokteran Undip
Jum'at, 07 Februari 2025 - 08:44 WIB
Hingga akhirnya ia berhasil masuk Fakultas Kedokteran Undip melalui jalur undangan, mendapatkan beasiswa KIP Kuliah, sampai ia pun berhasil menjadi lulusan terbaik .
Annisa semakin aktif dalam kegiatan sosial, mengajar anak-anak TPQ, siswa SD di Desa Penawangan, Kabupaten Semarang, hingga membantu siswa SMA mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi.
Selain berprestasi di akademik dan aktif dalam pengabdian masyarakat, Annisa juga tergabung dalam berbagai organisasi:
- Mahasiswa Pecinta Alam FK (Maladica) – Sebagai sekretaris
- Rohis Fakultas (Avicenna) – Sekretaris bidang penelitian dan pengembangan
- Rohis Jurusan – Anggota aktif
- Pelatihan Kepemimpinan SSC (Salman Spiritual Camp) ITB
Setelah menyelesaikan studi kedokterannya, Annisa menjalani program co-assistant (koas) di Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang. Setiap hari ia menempuh perjalanan dari kosnya di Bulusan, Tembalang, dengan jarak hampir satu jam menuju rumah sakit. Semua kesulitan itu ia lalui dengan ketekunan dan semangat yang tak pernah padam.
Kini, Annisa tidak hanya berhasil menjadi dokter , tetapi juga membawa kebanggaan bagi keluarganya. Kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda yang tengah berjuang menggapai mimpi di tengah keterbatasan.
Mahasiswa Aktif Berorganisasi dan Kegiatan Sosial
Annisa semakin aktif dalam kegiatan sosial, mengajar anak-anak TPQ, siswa SD di Desa Penawangan, Kabupaten Semarang, hingga membantu siswa SMA mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi.
Selain berprestasi di akademik dan aktif dalam pengabdian masyarakat, Annisa juga tergabung dalam berbagai organisasi:
- Mahasiswa Pecinta Alam FK (Maladica) – Sebagai sekretaris
- Rohis Fakultas (Avicenna) – Sekretaris bidang penelitian dan pengembangan
- Rohis Jurusan – Anggota aktif
- Pelatihan Kepemimpinan SSC (Salman Spiritual Camp) ITB
Menggapai Impian di Tengah Keterbatasan
Setelah menyelesaikan studi kedokterannya, Annisa menjalani program co-assistant (koas) di Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang. Setiap hari ia menempuh perjalanan dari kosnya di Bulusan, Tembalang, dengan jarak hampir satu jam menuju rumah sakit. Semua kesulitan itu ia lalui dengan ketekunan dan semangat yang tak pernah padam.
Kini, Annisa tidak hanya berhasil menjadi dokter , tetapi juga membawa kebanggaan bagi keluarganya. Kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda yang tengah berjuang menggapai mimpi di tengah keterbatasan.
(nnz)
Lihat Juga :