Agar Program Prioritas Pendidikan Nasional Cepat Terealisasi, Ini Kuncinya
Senin, 07 September 2020 - 05:16 WIB
Sejumlah anak sekolah dasar mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka di salah satu rumah warga. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Program prioritas pendidikan nasional harus memperhitungkan kesiapan sejumlah sektor pendukung yang pengelolaannya dilakukan oleh instansi di luar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud ). Perlu kolaborasi yang kuat antarinstansi untuk mewujudkan hal tersebut.
"Tujuh program prioritas pendidikan dari Kemendikbud sebagian besar sangat tergantung kesiapan infrastruktur yang ditangani oleh kementerian di luar Kemendikbud," kata Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (6/9/2020). (Baca juga: Wajib Melek Huruf, 4 Langkah Kemendikbud Berantas Buta Aksara )
Menurut Lestari yang akrab disapa Rerie ini, tujuh program prioritas pendidikan itu terkait pembiayaan pendidikan, digitalisasi sekolah, sekolah dan guru penggerak, peningkatan kualitas kurikulum dan asesmen kompetensi minimum, peningkatan kualitas kurikulum dan asesmen kompetensi minimum, revitalisasi pendidikan vokasi, program kampus merdeka, serta pemajuan budaya dan bahasa.
Menurut Rerie, misalnya terkait program digitalisasi sekolah. Di tengah masih terbatasnya jaringan internet di Tanah Air, merealisasikan program digitalisasi sekolah perlu perencanaan yang matang dan kerja sama antarinstansi yang kuat antara lain dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang berwenang menangani infrastruktur komunikasi atau telekomunikasi.
"Tujuh program prioritas pendidikan dari Kemendikbud sebagian besar sangat tergantung kesiapan infrastruktur yang ditangani oleh kementerian di luar Kemendikbud," kata Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (6/9/2020). (Baca juga: Wajib Melek Huruf, 4 Langkah Kemendikbud Berantas Buta Aksara )
Menurut Lestari yang akrab disapa Rerie ini, tujuh program prioritas pendidikan itu terkait pembiayaan pendidikan, digitalisasi sekolah, sekolah dan guru penggerak, peningkatan kualitas kurikulum dan asesmen kompetensi minimum, peningkatan kualitas kurikulum dan asesmen kompetensi minimum, revitalisasi pendidikan vokasi, program kampus merdeka, serta pemajuan budaya dan bahasa.
Menurut Rerie, misalnya terkait program digitalisasi sekolah. Di tengah masih terbatasnya jaringan internet di Tanah Air, merealisasikan program digitalisasi sekolah perlu perencanaan yang matang dan kerja sama antarinstansi yang kuat antara lain dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang berwenang menangani infrastruktur komunikasi atau telekomunikasi.
Lihat Juga :