Riwayat Pendidikan Mulyono, Tinggalkan UGM Hingga Jadi Lulusan Terbaik Sekolah Militer
Rabu, 30 April 2025 - 14:38 WIB
Melihat taruna AKABRI yang tampil gagah dan disiplin, hatinya tergugah untuk mengikuti jejak mereka.
Mulyono merasa bahwa bergabung dengan AKABRI adalah pilihan yang tepat, mengingat kondisi keuangan keluarganya yang terbatas dan kebutuhan biaya untuk adik-adiknya yang juga harus didukung.
Dengan tekad bulat, ia pun mendaftar untuk menjadi taruna AKABRI. Meski sudah diterima di UGM, Mulyono memutuskan untuk mengejar cita-citanya sebagai prajurit.
Pada akhirnya, setelah melalui serangkaian tes, Mulyono diterima di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) pada tahun 1983.
Keputusan ini membawa Mulyono pada perjalanan panjang yang berujung pada keberhasilannya di dunia militer.
Pendidikan militer yang diikuti oleh Mulyono mencakup berbagai tahap yang membentuk karakternya sebagai prajurit tangguh.
Ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1987 dengan predikat sepuluh terbaik.
Pendidikan militer yang dijalani oleh Mulyono tidak hanya mengajarkan disiplin dan kepemimpinan, tetapi juga membekali Mulyono dengan kemampuan untuk menghadapi tantangan besar di medan tugas.
Pendidikan lanjutan yang diikuti oleh Mulyono meliputi Sesarcabif, Dik PARA, Diklapa I dan II Inf, serta Seskoad. Di Seskoad, Mulyono berhasil meraih gelar lulusan terbaik pada Susreg XXXVI pada tahun 1999.
Tidak hanya itu, ia juga melanjutkan pendidikan di Sesko TNI pada tahun 2007 dan Lemhannas pada tahun 2012.
Semua pencapaian ini menunjukkan kualitas pendidikan militer yang ia tempuh dan kemampuan luar biasa yang dimilikinya dalam menghadapi berbagai situasi.
Mulyono memulai karier militer sebagai Danton Yonif 712/Wiratama di Kodam XIII/Merdeka, Sulawesi Utara. Kariernya semakin menanjak setelah ia dipercaya menjadi Dandim, Danrem, dan kemudian Dirlat Kodiklat TNI AD.
Setiap jabatan yang diemban Mulyono, ia selalu berhasil menunjukkan dedikasi dan kepemimpinan yang kuat, yang akhirnya membawanya pada posisi yang lebih tinggi.
Pada puncak kariernya, Mulyono diangkat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), jabatan tertinggi di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Mulyono menunjukkan sikap rendah hati meskipun memiliki jabatan yang sangat tinggi, selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan prajurit-prajuritnya.
Bahkan, dalam beberapa kesempatan, ia membuang pangkat bintang empat dari seragam dinasnya untuk lebih dekat dengan prajuritnya, menciptakan suasana kerja yang penuh semangat dan kebersamaan.
Mulyono merasa bahwa bergabung dengan AKABRI adalah pilihan yang tepat, mengingat kondisi keuangan keluarganya yang terbatas dan kebutuhan biaya untuk adik-adiknya yang juga harus didukung.
Dengan tekad bulat, ia pun mendaftar untuk menjadi taruna AKABRI. Meski sudah diterima di UGM, Mulyono memutuskan untuk mengejar cita-citanya sebagai prajurit.
Pada akhirnya, setelah melalui serangkaian tes, Mulyono diterima di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) pada tahun 1983.
Keputusan ini membawa Mulyono pada perjalanan panjang yang berujung pada keberhasilannya di dunia militer.
Pendidikan Militer dan Menapaki Karier Cemerlang
Pendidikan militer yang diikuti oleh Mulyono mencakup berbagai tahap yang membentuk karakternya sebagai prajurit tangguh.
Ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1987 dengan predikat sepuluh terbaik.
Pendidikan militer yang dijalani oleh Mulyono tidak hanya mengajarkan disiplin dan kepemimpinan, tetapi juga membekali Mulyono dengan kemampuan untuk menghadapi tantangan besar di medan tugas.
Pendidikan lanjutan yang diikuti oleh Mulyono meliputi Sesarcabif, Dik PARA, Diklapa I dan II Inf, serta Seskoad. Di Seskoad, Mulyono berhasil meraih gelar lulusan terbaik pada Susreg XXXVI pada tahun 1999.
Tidak hanya itu, ia juga melanjutkan pendidikan di Sesko TNI pada tahun 2007 dan Lemhannas pada tahun 2012.
Semua pencapaian ini menunjukkan kualitas pendidikan militer yang ia tempuh dan kemampuan luar biasa yang dimilikinya dalam menghadapi berbagai situasi.
Puncak Karier Militer
Mulyono memulai karier militer sebagai Danton Yonif 712/Wiratama di Kodam XIII/Merdeka, Sulawesi Utara. Kariernya semakin menanjak setelah ia dipercaya menjadi Dandim, Danrem, dan kemudian Dirlat Kodiklat TNI AD.
Setiap jabatan yang diemban Mulyono, ia selalu berhasil menunjukkan dedikasi dan kepemimpinan yang kuat, yang akhirnya membawanya pada posisi yang lebih tinggi.
Pada puncak kariernya, Mulyono diangkat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), jabatan tertinggi di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Mulyono menunjukkan sikap rendah hati meskipun memiliki jabatan yang sangat tinggi, selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan prajurit-prajuritnya.
Bahkan, dalam beberapa kesempatan, ia membuang pangkat bintang empat dari seragam dinasnya untuk lebih dekat dengan prajuritnya, menciptakan suasana kerja yang penuh semangat dan kebersamaan.
Lihat Juga :