Universitas Sanata Dharma Kukuhkan 3 Guru Besar Baru
Kamis, 01 Mei 2025 - 20:40 WIB
"Bertambahnya tiga guru besar baru tidak hanya menunjukkan kinerja tridharma Universitas Sanata Dharma yang luar biasa. Hanya 9 dari 100 perguruan tinggi swasta yang terakreditasi Unggul di Yogyakarta. Dan Universitas Sanata Dharma adalah salah satunya,” ujar Prof. Setyabudi.
“Selamat kepada USD dan para guru besar baru. Semoga pemikiran, riset dan inovasi para guru besar ini terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi ilmu pengetahuan maupun kebijakan publik yang membutuhkan analisis akademik," sambungnya.
"Kesulitan itu bukanlah sesuatu hal yang harus dihindari, melainkan tantangan dalam meningkatkan kemampuan," ungkap Prof. Herry dalam pidatonya tentang Analisis Stokastik yang ia jelaskan sebagai "cara untuk membaca ketidakpastian dengan kerangka ilmiah yang kuat dan aplikatif."
Prof. Dr. C.B. Mulyatno, Pr., yang akrab disapa Romo Mul, menempuh perjalanan luar biasa dari seorang koster gereja di Solo hingga meraih gelar profesor. Tidak dapat melanjutkan pendidikan setelah SD karena keterbatasan ekonomi, ia kembali ke bangku sekolah, masuk seminari, dan akhirnya meraih gelar doktor. Kini, ia konsisten mengusung pemikiran pendidikan demokratis dan etika pelayanan.
“Selamat kepada USD dan para guru besar baru. Semoga pemikiran, riset dan inovasi para guru besar ini terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi ilmu pengetahuan maupun kebijakan publik yang membutuhkan analisis akademik," sambungnya.
Tiga Kisah Inspiratif di Balik Gelar Profesor
Ketiga guru besar yang dikukuhkan membawa kisah perjuangan yang menginspirasi. Prof. Herry Suryawan, pakar Analisis Stokastik lulusan Universität Kaiserslautern Jerman, menemukan kecintaannya pada matematika sejak SMA dan kini aktif dalam penelitian dan pendampingan Olimpiade Matematika Nasional."Kesulitan itu bukanlah sesuatu hal yang harus dihindari, melainkan tantangan dalam meningkatkan kemampuan," ungkap Prof. Herry dalam pidatonya tentang Analisis Stokastik yang ia jelaskan sebagai "cara untuk membaca ketidakpastian dengan kerangka ilmiah yang kuat dan aplikatif."
Prof. Dr. C.B. Mulyatno, Pr., yang akrab disapa Romo Mul, menempuh perjalanan luar biasa dari seorang koster gereja di Solo hingga meraih gelar profesor. Tidak dapat melanjutkan pendidikan setelah SD karena keterbatasan ekonomi, ia kembali ke bangku sekolah, masuk seminari, dan akhirnya meraih gelar doktor. Kini, ia konsisten mengusung pemikiran pendidikan demokratis dan etika pelayanan.
Lihat Juga :