Dari Slawi hingga Makasar, 155 Sekolah Luar Biasa Direvitalisasi

Rabu, 07 Mei 2025 - 09:04 WIB
Pemerintah berupaya meningkatkan layanan pendidikan khusus bermutu, salah satunya dengan revitalisasi sekolah luar biasa (SLB). Foto/Kemendikdasmen.
JAKARTA - Pemerintah berupaya meningkatkan layanan pendidikan khusus bermutu, salah satunya dengan revitalisasi sekolah luar biasa (SLB). Total akan ada 155 SLB yang direvitalisasi.

Revitalisasi SLB ini merupakan bagian dari program Perbaikan Sarana dan Prasarana Pendidikan (PSPP) yang diluncurkan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025.



SLB Negeri (SLBN) Slawi, Tegal, Jawa Tengah menjadi salah satu penerima manfaat dari program PSPP. Satu-satunya SLBN di Kabupaten Tegal ini akan direvitalisasi dengan membangun ruang pembelajaran khusus, yakni Ruang Bina Diri dan Ruang Bina Wicara.

Baca juga: Anggaran Pendidikan Besar, Prabowo: Apakah Sampai kepada Alamat yang Ditujukan?

Kepala SLBN Slawi, Ninik Basri Martini, mengatakan bahwa ruang pembelajaran khusus diperlukan karena selama ini pembelajaran khusus, seperti Bina Diri dan Bina Wicara, masih dilakukan di ruang kelas biasa. Selain itu, para siswa tunarungu dan tunagrahita juga harus bergantian memanfaatkan ruangan untuk pembelajaran khusus karena terbatasnya ruang kelas.

"Kondisi ini sangat tidak efektif dan tidak nyaman bagi ABK dan membuat capaian pembelajaran menjadi kurang optimal," kata Ninik, melalui siaran pers, Rabu (7/5/2025).

Tunagrahita sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut individu yang memiliki kecerdasan intelektual (IQ) secara signifikan di bawah rata-rata. Mereka mengalami hambatan masa perkembangan, mental, emosi, sosial, dan fisik sehingga tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!