Dari Slawi hingga Makasar, 155 Sekolah Luar Biasa Direvitalisasi

Rabu, 07 Mei 2025 - 09:04 WIB
Bina Diri menjadi pembelajaran dasar bagi anak tunagrahita yang berkaitan dengan kemampuan untuk memelihara atau merawat diri, termasuk aktivitas dan keterampilan hidup sehari-hari. Melalui pembelajaran ini, anak-anak diajarkan hal-hal mendasar, seperti mandi, memakai baju, menyisir rambut, memperkenalkan anggota tubuh, hingga aktivitas sehari-hari lainnya. Tujuannya adalah agar anak dapat merawat dirinya sendiri serta memiliki keterampilan hidup.

Sementara itu, Ruang Bina Wicara merupakan ruang latihan wicara perseorangan bagi peserta didik tunarungu. Ruangan ini biasanya dirancang kedap suara dengan sejumlah peralatan, seperti speech trainer unit, sehingga guru dapat memberikan pelatihan atau terapi bagi anak-anak tunarungu dalam hal pengucapan kata. Pasalnya, anak tunarungu umumnya juga mengalami hambatan berbicara.

Selain ruang pembelajaran khusus, di SLB Putra Bakti, Pagelaran, Pringsewu, Lampung, program PSPP dimanfaatkan untuk membangun ruang keterampilan tata boga. Sejak awal berdiri pada tahun 2022 lalu, SLB swasta yang menampung semua ketunaan ini memang fokus pada pengembangan vokasional yang diharapkan dapat melatih kemandirian siswa setelah lulus sekolah. Salah satunya adalah keterampilan tata boga.

“Tapi ruang keterampilan kami sangat terbatas, padahal peminat program vokasional, khususnya tata boga ini banyak,” kata Nurhayati, Kepala SLB Putra Bakti.

Saat ini SLB Putra Bakti memiliki kurang lebih 40 siswa dengan berbagai ketunaan. Para siswa sebagian merupakan siswa ABK yang tidak diterima di SLB negeri. Jumlah siswa diperkirakan akan terus bertambah. Oleh karena itu, Nurhayati mengaku sangat bersyukur dengan adanya program PSPP.

“Karena kami memang kekurangan ruangan dengan jumlah siswa yang terus bertambah. Tahun ajaran baru sudah ada yang mendaftar 17 siswa dengan beragam ketunaan," tambah Nurhayati.

Di SLB YPAC Makassar, bantuan revitalisasi SLB tahun 2025 melalui program PSPP ini berupa bantuan ruang kelas, ruang keterampilan, ruang pembelajaran khususnya (Progsus), UKS, perpustakaan, toilet, kantin, dan selasar.

“Kantin dimanfaatkan untuk tempat anak berkebutuhan khusus memasarkan produk yang dihasilkan. Misalnya, makanan yang dipraktikkan oleh program keterampilan tata boga," kata Robiyati, Kepala SLB YPAC Makassar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!