Simulasi Sekolah Tatap Muka di Jateng, Maksimal 100 Siswa dan hanya 3 Jam
Selasa, 08 September 2020 - 01:00 WIB
Kepala SMAN I Parakan Ratna Herwanti mengatakan, pihaknya telah membuat satgas khusus yang menangani protokol kesehatan. Tugasnya, mengingatkan kepatuhan siswa terkait penerapan masker, jaga jarak dan cuci tangan.
Siswa SMAN I Parakan Lydia Amanda (17) mengaku senang bisa kembali bersekolah, setelah tujuh bulan belajar daring. Murid kelas XII IPS II itu menyebut, sempat kikuk saat pertama kali masuk sekolah dengan penerapan protokol kesehatan.
"Rasanya kurang terbiasa ketika masuk kemudian cuci tangan dan jaga jarak. Namun itu juga melatih kebiasaan kita," tutur gadis 17 tahun itu.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah mengatakan, ada tujuh sekolah di tiga wilayah yang melakukan simulasi pembelajaran tatap muka. Di antaranya, Kota Tegal, Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung.
Siswa SMAN I Parakan Lydia Amanda (17) mengaku senang bisa kembali bersekolah, setelah tujuh bulan belajar daring. Murid kelas XII IPS II itu menyebut, sempat kikuk saat pertama kali masuk sekolah dengan penerapan protokol kesehatan.
"Rasanya kurang terbiasa ketika masuk kemudian cuci tangan dan jaga jarak. Namun itu juga melatih kebiasaan kita," tutur gadis 17 tahun itu.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah mengatakan, ada tujuh sekolah di tiga wilayah yang melakukan simulasi pembelajaran tatap muka. Di antaranya, Kota Tegal, Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung.
(mpw)
Lihat Juga :