Lulus Cumlaude dari UGM di Usia 19 Tahun, Mutiara Jadi Wisudawan Termuda
Senin, 02 Juni 2025 - 16:00 WIB
Mutiara mencatatkan pencapaian luar biasa sebagai wisudawan termuda Universitas Gadjah Mada (UGM) pada usia 19 tahun, sekaligus meraih gelar sarjana dengan predikat cumlaude. Perjalanan akademiknya telah menonjol sejak dini, dimulai dari program akselerasi saat duduk di bangku SD dan SMP.
Baca juga: Cerita Brian Arianto Lulus Cumlaude Kedokteran UGM: Jadi Dokter adalah Panggilan Jiwa
Keputusan Mutiara untuk mempercepat jenjang pendidikan dilandasi oleh alasan personal dan emosional. Ia ingin segera meraih gelar sarjana agar dapat membanggakan orang tuanya yang masih berusia muda ketika ia lulus
“Dulu saya hanya berpikir ingin cepat lulus agar orang tua masih muda saat saya wisuda. Beruntung keluarga sangat mendukung,” ungkapnya pada Sabtu (31/5).
Meskipun menjadi mahasiswa termuda bukan hal yang mudah, terutama karena harus merantau dan beradaptasi di lingkungan baru, Mutiara mampu melewatinya dengan semangat belajar dan dukungan teman-teman kampus yang positif. “Awalnya cukup sulit beradaptasi, tapi lingkungan pertemanan yang suportif sangat membantu saya bertahan dan berkembang,” ujarnya.
Baca juga: Kisah Maria Khelli, Lulus Cumlaude dengan IPK Tertinggi di ITB
Baca juga: Cerita Brian Arianto Lulus Cumlaude Kedokteran UGM: Jadi Dokter adalah Panggilan Jiwa
Keputusan Mutiara untuk mempercepat jenjang pendidikan dilandasi oleh alasan personal dan emosional. Ia ingin segera meraih gelar sarjana agar dapat membanggakan orang tuanya yang masih berusia muda ketika ia lulus
“Dulu saya hanya berpikir ingin cepat lulus agar orang tua masih muda saat saya wisuda. Beruntung keluarga sangat mendukung,” ungkapnya pada Sabtu (31/5).
Melalui Sulitnya Masa-masa Awal Kuliah
Meskipun menjadi mahasiswa termuda bukan hal yang mudah, terutama karena harus merantau dan beradaptasi di lingkungan baru, Mutiara mampu melewatinya dengan semangat belajar dan dukungan teman-teman kampus yang positif. “Awalnya cukup sulit beradaptasi, tapi lingkungan pertemanan yang suportif sangat membantu saya bertahan dan berkembang,” ujarnya.
Baca juga: Kisah Maria Khelli, Lulus Cumlaude dengan IPK Tertinggi di ITB
Lihat Juga :