TKA Dinilai Lebih Objektif untuk Mengukur Hasil Belajar Murid

Senin, 02 Juni 2025 - 20:48 WIB
Sebaliknya, Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran dengan tingkat bias sosial ekonomi yang tinggi. Siswa yang berasal dari kalangan kelas menengah umumnya memiliki penguasaan Bahasa Inggris yang lebih memadai.

“Dengan begitu perlu dilakukan penataan ulang pada porsi persentase masing-masing mata pelajaran yang akan diujikan agar seleksi menjadi lebih adil dan representatif,” tegas Doni.

Ia juga menyarankan agar dilakukan pembenahan dalam berbagai aspek pelaksanaan TKA, khususnya terkait integritas selama proses ujian.

“Aspek yang memerlukan penyempurnaan dalam TKA yaitu pelaksanaan ujian sesuai standar evaluasi, tidak boleh ada manipulasi dan kecurangan saat dilaksanakan ujian di sekolah,” ujar Doni.

Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian sebelumnya mengatakan TKA bukan sekadar pengganti UN ataupun penentu kelulusan, melainkan instrumen evaluasi kemampuan individu siswa. Hasil TKA, kata dia, dapat dimanfaatkan sebagai indikator tambahan dalam proses seleksi pendidikan.

Pada jenjang Sekolah Menengah Atas, hasil TKA dapat menjadi pertimbangan dalam penerimaan mahasiswa baru melalui jalur prestasi di perguruan tinggi. Sementara itu, pada jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, hasil tes ini dapat digunakan dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru untuk memastikan proses seleksi dilakukan secara lebih objektif dan berbasis kemampuan akademik siswa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!