Kunjungan Ilmuwan Dunia ke Observatorium Bosscha Warnai KSTI 2025

Senin, 11 Agustus 2025 - 17:14 WIB
Kegiatan kunjungan diawali dengan penjelajahan ke Teleskop Refraktor Ganda Zeiss, yang berdiri megah di bawah kubah rancangan arsitek K.C.P. Wolf Schoemacher. Sejak diresmikan pada 1 Januari 1923 atas prakarsa K. A. R. Bosscha, teleskop seberat 17 ton ini telah menjadi saksi pengembangan ilmu astronomi di Nusantara dan Asia Tenggara.

Hingga kini, teleskop Zeiss tetap menjadi salah satu aset astronomi tertua dan terbesar di Indonesia, menjadi ikon Bandung Utara dan warisan sains nasional.

Pada momen ini, Yudi Darma menegaskan bahwa Observatorium Bosscha adalah salah satu warisan besar dari masa kolonial Belanda yang masih sangat relevan hingga hari ini. Usia seabad bukanlah halangan untuk tetap menjadi pusat pengembangan sains dan pendidikan, asalkan fasilitas ini dirawat dan dioptimalkan bersama.

Tak sekadar melihat sejarah, kunjungan berlanjut ke ruang surya. Di ruang inilah, panel-panel hasil pengamatan gerhana matahari dari masa ke masa seolah mengajak peserta membaca narasi langit Nusantara.

“Saya sungguh terkesan dengan upaya menjaga fasilitas Bosscha tetap hidup, tidak hanya sebagai peninggalan sejarah, tapi juga sebagai ruang edukasi dan penemuan baru. Di sinilah generasi penerus saintis dilatih, dan budaya ilmiah terus tumbuh. Kolaborasi internasional menjadi semakin penting, karena ilmu pengetahuan melampaui batas negara,” kata Chennupati Jagadish, melalui siaran pers, Senin (11/8/2025).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!