Cara Membedakan Kelinci dan Marmut dari Ahli IPB, Mana yang Lebih Menggemaskan?

Selasa, 19 Agustus 2025 - 14:28 WIB
Dari segi reproduksi, kelinci lebih produktif karena ovulasi terjadi setelah kawin (induced ovulator), dengan masa kebuntingan sekitar 28–32 hari dan jumlah anak bisa mencapai 12 ekor. Sebaliknya, marmut memiliki masa kebuntingan lebih panjang, 59–72 hari, dan hanya melahirkan 2–4 anak.

Terkait aspek konsumsi, Baihaqi menyebut bahwa daging keduanya dapat dimakan dan halal bagi Muslim. Daging kelinci tinggi protein, rendah lemak dan kolesterol, sementara daging marmut juga tinggi protein namun dengan ukuran tubuh yang lebih kecil.

“Fatwa halal untuk daging kelinci telah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan mayoritas ulama juga membolehkan konsumsi marmut," ujarnya.

Di Indonesia, potensi ekonomi kelinci lebih besar karena sudah banyak dikembangkan sebagai sumber daging dan hewan hias. Sementara itu, marmut masih lebih umum dijadikan hewan peliharaan.

“Dengan meningkatnya minat terhadap kelinci hias dan konsumsi daging kelinci, peluang usaha peternakan kelinci semakin menjanjikan,” kata Dr Baihaqi.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!