Suasana Kampus UGM Lengang Imbas Diterapkannya Kuliah Online Pekan Ini
Selasa, 02 September 2025 - 13:13 WIB
Suasana nampak lengang juga terlihat di Kantong Parkir Pusat Jajan Lembah dan Utara Masjid Kampus. Biasanya, kedua area ini selalu dipenuhi oleh sepeda motor mahasiswa dan pengunjung yang berhimpitan, tetapi kini hanya terlihat kurang dari 100 motor saja yang terparkir. Kondisi ini tidak lepas dari penutupan pintu utama Boulevard UGM dan Gerbang Notonagoro yang biasanya menjadi akses utama menuju area tersebut.
Mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Clarisa Tyuardani, menyayangkan situasi ini. Meski demikian, ia merasa kebijakan ini tepat demi keselamatan dan keamanan mahasiswa. Ia sendiri mengaku sedang berkonsultasi dengan pihak kampus membahas terkait penjadwalan ulang kegiatan Misa Syukur yang seharusnya digelar di Grha Sabha Pramana pada 4 September mendatang.
Ia berharap, unjuk rasa yang berlangsung tidak merugikan pihak lain atau masyarakat umum. “Situasi bisa kembali kondusif, perkuliahan luring dapat dimulai, dan berbagai acara bisa kembali terlaksana,” katanya.
Di lokasi terpisah, Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Rendy, menyampaikan pendapat yang senada. Ia berharap isu-isu yang beredar segera teratasi, agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali dilaksanakan secara maksimal di kelas.
Menurutnya, meski pembelajaran daring kurang efektif, kebijakan ini sudah tepat. “Mengingat meluasnya unjuk rasa dan penetapan beberapa area di sekitar kampus sebagai zona merah,” ujarnya.
Mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Clarisa Tyuardani, menyayangkan situasi ini. Meski demikian, ia merasa kebijakan ini tepat demi keselamatan dan keamanan mahasiswa. Ia sendiri mengaku sedang berkonsultasi dengan pihak kampus membahas terkait penjadwalan ulang kegiatan Misa Syukur yang seharusnya digelar di Grha Sabha Pramana pada 4 September mendatang.
Ia berharap, unjuk rasa yang berlangsung tidak merugikan pihak lain atau masyarakat umum. “Situasi bisa kembali kondusif, perkuliahan luring dapat dimulai, dan berbagai acara bisa kembali terlaksana,” katanya.
Di lokasi terpisah, Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Rendy, menyampaikan pendapat yang senada. Ia berharap isu-isu yang beredar segera teratasi, agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali dilaksanakan secara maksimal di kelas.
Menurutnya, meski pembelajaran daring kurang efektif, kebijakan ini sudah tepat. “Mengingat meluasnya unjuk rasa dan penetapan beberapa area di sekitar kampus sebagai zona merah,” ujarnya.
(nnz)
Lihat Juga :