Tim Mahasiswa UI, Unsrat, Unila, dan UGM Jadi Pemenang Genera-Z Berbakti 2025

Kamis, 11 September 2025 - 20:27 WIB
Setelah melewati babak penjurian yang sengit, terpilih 4 tim pemenang yang berhak mendapatkan pendanaan untuk menjalankan program pengabdian berdasarkan proposal mereka, yaitu tim dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT),

Universitas Lampung (UNILA), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Keempat tim tersebut lantas mengimplementasikan gagasan di desa tujuan selama kurang lebih satu bulan.

Profil dan Program Inovatif 4 Tim Pemenang

Setiap tim pemenang membawa solusi unik yang disesuaikan dengan tantangan dan potensi di masing-masing desa. Berikut adalah program yang diusung 4 tim pemenang Genera-Z Berbakti:

1. UI di Desa Wisata Edelweiss Wonokitri, Jawa Timur

Program yang diusung tim UI mengambil nama SAVANA, yang merupakan singkatan dari Sustainable Action for Village, Agriculture, Nature, and Health. Selama kurang lebih 1 bulan, tim UI berhasil mengimplementasikan aksi konservasi edelweis melalui program “Jurnal Edelweis”, memasang 2 alat pemantauan curah hujan dan mitigasi risiko longsor bernama “SiCuhal”, mengadakan lokakarya pestisida organik yang diikuti 90 peserta dari Kelompok Tani dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta menggelar pemeriksaan kesehatan bagi 90 warga sekaligus memberikan edukasi tentang hipertensi.

3.Unsrat di Desa Wisata Pulau Derawan, Kalimantan Timur

Membawa program berjudul “Derawan Sehat, Derawan Hebat”, UNSRAT berfokus pada isu kesehatan dan sanitasi. Selama masa pengabdian mereka, tim Unsrat memasang 1 unit alat filter air menggunakan sistem filtrasi dan UV sterilizer, instalasi 1 unit alat bioseptic di penginapan terapung Derawan, membangun 1 unit alat biogas satu tahap dengan memanfaatkan limbah organik rumah tangga dan usaha kuliner. Menyasar terciptanya generasi penerus bangsa yang berkualitas, Unsrat menggelar edukasi terkait pencegahan stunting dan pentingnya sanitasi lingkungan bagi anak-anak dan keluarga.

3. Unila di Desa Wisata Kiluan Negeri, Lampung

Lain lagi cerita tim Unila yang menggunakan pendekatan berbasis teknologi sebagai strategi utama. Mereka memanfaatkan internet of things (IoT) untuk menciptakan sistem peringatan dini tsunami bencana bernama Smart Detector Tsunami. Sebanyak 5 unit alat tersebut telah terpasang di perairan Teluk Kiluan, menjadi sistem pencegah kebencanaan di masa mendatang. Selain itu, tim Unila berhasil mentransplantasi 150 bibit terumbu karang baru di sekitar perairan Teluk Kiluan, serta melakukan program penanaman 1.000 pohon mangrove. Kelompok beranggotakan 10 orang ini juga menggelar program Eco Education yang berhasil menjangkau hampir 80 warga, sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang mitigasi bencana.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!