Kenalkan Siswa dengan KBBI, Badan Bahasa Luncurkan Kamus Masuk Sekolah
Minggu, 14 September 2025 - 06:24 WIB
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan peran sentral KBBI sebagai fondasi literasi kebahasaan bangsa. “KBBI menjadi sumber referensi penting bagi murid untuk mengenal kata baku sekaligus memantik daya kritis dalam mengungkapkan gagasan maupun perasaan. Saya menyambut baik keberlanjutan kegiatan Kamus Masuk Sekolah ini. Saya berharap kegiatan serupa dapat dilakukan oleh seluruh Balai Bahasa di Indonesia agar setiap murid dapat memanfaatkannya dengan baik,” ungkap Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin,melalui siaran pers, Minggu (14/9/2025).
Baca juga: HUT ke-80 RI atau HUT RI ke-80? Ini Penulisan Ucapan Kemerdekaan yang Benar
Sementara itu, Bineka Keliling yang merupakan pengembangan layanan dari Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra (Lab Bineka) menghadirkan keberagaman bahasa dan sastra daerah melalui pameran virtual mini dan media interaktif. Lab Bineka menyajikan hasil kajian kebahasaan dan kesastraan daerah secara digital, audiovisual, dan inovatif. Kehadiran Lab Bineka sangat penting karena Indonesia memiliki 718 bahasa daerah yang telah diidentifikasi dan divalidasi. Melalui Lab Bineka, siswa diajak menyadari bahwa bahasa daerah adalah kekayaan bangsa yang wajib dilestarikan sejak dini.
Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menekankan pentingnya ketrampilan merujuk serta kesadaran melestarikan bahasa daerah. Menurutnya, sejak dini anak-anak harus dibiasakan untuk memiliki kemampuan merujuk atau reference skill, yakni kebiasaan ilmiah merujuk pada sumber primer, salah satunya KBBI.
"Melalui Lab Bineka, mereka diajak menyadari betapa kaya bahasa dan sastra kita. Indonesia tidak hanya Jawa dan Sumatra, tetapi juga pulau-pulau lain dengan ratusan bahasa daerah. Kesadaran melindungibahasa daerah harus dipahami sebagai tanggung jawab bersama, bahkan bisa dimulai dari lingkungan keluarga,” jelas Dora.
Baca juga: HUT ke-80 RI atau HUT RI ke-80? Ini Penulisan Ucapan Kemerdekaan yang Benar
Sementara itu, Bineka Keliling yang merupakan pengembangan layanan dari Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra (Lab Bineka) menghadirkan keberagaman bahasa dan sastra daerah melalui pameran virtual mini dan media interaktif. Lab Bineka menyajikan hasil kajian kebahasaan dan kesastraan daerah secara digital, audiovisual, dan inovatif. Kehadiran Lab Bineka sangat penting karena Indonesia memiliki 718 bahasa daerah yang telah diidentifikasi dan divalidasi. Melalui Lab Bineka, siswa diajak menyadari bahwa bahasa daerah adalah kekayaan bangsa yang wajib dilestarikan sejak dini.
Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menekankan pentingnya ketrampilan merujuk serta kesadaran melestarikan bahasa daerah. Menurutnya, sejak dini anak-anak harus dibiasakan untuk memiliki kemampuan merujuk atau reference skill, yakni kebiasaan ilmiah merujuk pada sumber primer, salah satunya KBBI.
"Melalui Lab Bineka, mereka diajak menyadari betapa kaya bahasa dan sastra kita. Indonesia tidak hanya Jawa dan Sumatra, tetapi juga pulau-pulau lain dengan ratusan bahasa daerah. Kesadaran melindungibahasa daerah harus dipahami sebagai tanggung jawab bersama, bahkan bisa dimulai dari lingkungan keluarga,” jelas Dora.
(nnz)
Lihat Juga :