LPDP Gelontorkan Rp1,1 Triliun Danai Riset Strategis Kemendiktisaintek
Selasa, 30 September 2025 - 18:53 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyampaikan, hadirnya Program Riset Strategis ini bertujuan tidak hanya menghasilkan riset dasar, tetapi juga melahirkan industri baru berbasis sains dan teknologi.
Baca juga: Kemendiktisaintek Gelontorkan Rp110 Miliar untuk 3 Program Riset Ini
“Perguruan tinggi harus lebih proaktif menjalin kolaborasi dengan dunia industri agar riset yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan bangsa. Melalui program ini, kita ingin mendorong lahirnya startup inovatif dan solusi konkret untuk pembangunan nasional,” ujar Brian, melalui siaran pers, Selasa (30/9/2025).
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman menjelaskan lebih detail mengenai rancangan program. Program Riset Strategis didukung penuh melalui pendanaan LPDP dengan total anggaran sekitar Rp1,1 triliun pada tahun ini, meliputi riset yang sedang berjalan maupun skema baru.
“Riset strategis akan kita fokuskan menggunakan pendanaan LPDP melalui beberapa mekanisme yaitu skema mandatori, skema invitasi, dan juga skema kompetisi. Program ini dikembangkan menjadi tiga klaster utama: Peneliti Unggul, Riset Berdampak, dan Hilirisasi Riset Strategis. Kami sangat berterima kasih kepada tim dari Kementerian Keuangan untuk terus membuka kesempatan agar kita bisa melakukan Program Riset Strategis,” ungkap Fauzan.
Baca juga: Kemendiktisaintek Gelontorkan Rp110 Miliar untuk 3 Program Riset Ini
“Perguruan tinggi harus lebih proaktif menjalin kolaborasi dengan dunia industri agar riset yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan bangsa. Melalui program ini, kita ingin mendorong lahirnya startup inovatif dan solusi konkret untuk pembangunan nasional,” ujar Brian, melalui siaran pers, Selasa (30/9/2025).
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman menjelaskan lebih detail mengenai rancangan program. Program Riset Strategis didukung penuh melalui pendanaan LPDP dengan total anggaran sekitar Rp1,1 triliun pada tahun ini, meliputi riset yang sedang berjalan maupun skema baru.
“Riset strategis akan kita fokuskan menggunakan pendanaan LPDP melalui beberapa mekanisme yaitu skema mandatori, skema invitasi, dan juga skema kompetisi. Program ini dikembangkan menjadi tiga klaster utama: Peneliti Unggul, Riset Berdampak, dan Hilirisasi Riset Strategis. Kami sangat berterima kasih kepada tim dari Kementerian Keuangan untuk terus membuka kesempatan agar kita bisa melakukan Program Riset Strategis,” ungkap Fauzan.
Lihat Juga :