Kisah Eka, Dosen Muda UGM yang Masuk Jajaran Ilmuwan Berpengaruh Dunia 2025

Selasa, 14 Oktober 2025 - 06:30 WIB
“Penelitian kami tentang metode deteksi menggunakan kit kertas itu mendapat banyak sitasi. Dari situ, kami akhirnya bisa masuk dalam daftar Top 2% Scientist,” katanya, mengutip laman UGM, Selasa (14/10/2025).

Dari penelitian ini mendorong Eka untuk mengembangkan ketertarikannya dalam mendeteksi bahan berbahaya, baik berupa obat atau zat kimia lain. Di laboratorium Fakultas Farmasi UGM, ia melakukan berbagai uji untuk mendeteksi boraks, pewarna tekstil yang dilarang, hingga kadar obat dalam darah.

Baca juga: 14 Dosen UGM Masuk World’s Top 2% Scientist 2025, Ini Daftar Namanya

Ia menceritakan bahwa inovasi ini memungkinkan pengujian langsung tanpa perlu alat besar atau listrik. “Cukup satu tetes sampel, lalu kita deteksi dan bisa tahu hasilnya,” jelasnya.

Dari segi sampah kimia, menurut Eka metode ini tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan. Dengan volume sampel kecil dan limbah kimia minimal, alat ini mudah digunakan di lapangan karena materialnya ringan terurai.

Terlebih, melihat dari segi Indonesia yang merupakan negara kepulauan sehingga tidak semua daerah memiliki akses laboratorium atau listrik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!