Pamerkan Karya Inovatif, Polmed Bikin Terobosan Teknologi untuk Negeri
Rabu, 15 Oktober 2025 - 21:54 WIB
“Kita ingin hasil penelitian dari kampus bisa langsung digunakan oleh masyarakat dan industri. Melalui Panen Raya Berdikari, karya riset dosen dan mahasiswa Polmed semakin dekat dengan kebutuhan dunia nyata,” kata Direktur Polmed Idham Kamil saat membuka kegiatan.
Idham menuturkan, kegiatan ini adalah wujud nyata keberhasilan penelitian terapan di kampus vokasi. Empat inovasi tersebut meliputi alat pemanas udara untuk efisiensi produksi biodiesel dari minyak jelantah, pupuk hayati berbasis limbah jagung dan sawit, moda angkut hasil panen tanpa awak, serta sistem jejak kopi Sicafee berbasis GPS dan blockchain. Keempatnya menjadi bukti bahwa riset vokasi mampu menghasilkan solusi yang relevan dan berdampak luas.
Dari sektor energi, tim peneliti dari Polmed mengembangkan teknologi pemanas udara yang meningkatkan efisiensi produksi biodiesel hingga 90%, dengan kapasitas 480 liter per hari. Teknologi ini membantu proses esterifikasi berjalan lebih cepat, hemat energi, dan stabil.
Inovasi di bidang pertanian tak kalah menarik. Tim peneliti dari Wilmar Bisnis Indonesia menciptakan pupuk hayati dari limbah jagung dan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) untuk mengembalikan kesuburan tanah yang menurun akibat pupuk kimia. Uji lapangan memperlihatkan hasil positif dan produktivitas tanaman meningkat 30% dan biaya pemupukan turun 20 persen.
Selain itu, hadir pula moda angkut hasil panen tanpa awak dari peneliti Wilmar Bisnis Indonesia yang menjawab persoalan kekurangan tenaga panen di perkebunan sawit. Alat ini mampu bergerak di medan berat dan menekan biaya operasional langsir hingga 40%, sekaligus membuka peluang industri baru di bidang perakitan dan perawatan alat pertanian lokal.
Idham menuturkan, kegiatan ini adalah wujud nyata keberhasilan penelitian terapan di kampus vokasi. Empat inovasi tersebut meliputi alat pemanas udara untuk efisiensi produksi biodiesel dari minyak jelantah, pupuk hayati berbasis limbah jagung dan sawit, moda angkut hasil panen tanpa awak, serta sistem jejak kopi Sicafee berbasis GPS dan blockchain. Keempatnya menjadi bukti bahwa riset vokasi mampu menghasilkan solusi yang relevan dan berdampak luas.
Dari sektor energi, tim peneliti dari Polmed mengembangkan teknologi pemanas udara yang meningkatkan efisiensi produksi biodiesel hingga 90%, dengan kapasitas 480 liter per hari. Teknologi ini membantu proses esterifikasi berjalan lebih cepat, hemat energi, dan stabil.
Inovasi di bidang pertanian tak kalah menarik. Tim peneliti dari Wilmar Bisnis Indonesia menciptakan pupuk hayati dari limbah jagung dan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) untuk mengembalikan kesuburan tanah yang menurun akibat pupuk kimia. Uji lapangan memperlihatkan hasil positif dan produktivitas tanaman meningkat 30% dan biaya pemupukan turun 20 persen.
Selain itu, hadir pula moda angkut hasil panen tanpa awak dari peneliti Wilmar Bisnis Indonesia yang menjawab persoalan kekurangan tenaga panen di perkebunan sawit. Alat ini mampu bergerak di medan berat dan menekan biaya operasional langsir hingga 40%, sekaligus membuka peluang industri baru di bidang perakitan dan perawatan alat pertanian lokal.
Lihat Juga :