Menggali Kembali Semangat dari Teks Sumpah Pemuda yang Dibacakan 28 Oktober 1928

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 20:30 WIB
Baca juga: 35 Pantun Sumpah Pemuda, Pesan Semangat dan Makna Mendalam

Meskipun begitu, pertemuan tersebut tetap menghasilkan hal penting, yakni berdirinya Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), organisasi yang bertujuan mempererat solidaritas pemuda dalam menghadapi penjajah.

Dua tahun kemudian, Kongres Pemuda II digelar di Batavia (sekarang Jakarta) pada 27–28 Oktober 1928. Dalam pertemuan inilah para pemuda mulai memahami bahwa perjuangan melawan penjajahan akan lebih kuat jika dilakukan secara bersatu, tanpa terpecah oleh perbedaan daerah asal.

Teks Sumpah Pemuda



Isi Sumpah Pemuda mulai disusun ketika Kongres Pemuda II sedang berlangsung, meskipun awalnya tidak ada rencana untuk merumuskan ikrar tersebut.

Naskah Sumpah Pemuda ditulis oleh Mohammad Yamin, yang saat itu bertugas sebagai sekretaris kongres. Ia menuliskan teks tersebut di selembar kertas sambil mendengarkan pidato Sunario pada sesi penutupan kongres.

Setelah selesai, naskah itu diserahkan kepada Soegondo Djojopoespito selaku ketua kongres untuk kemudian dibacakan di depan para peserta. Pada awalnya, teks Sumpah Pemuda ditulis menggunakan ejaan Van Ophuijsen, yaitu sistem ejaan yang pelafalannya masih sangat dipengaruhi oleh bahasa Belanda.

Kini, teks Sumpah Pemuda telah mengalami beberapa penyesuaian, terutama dalam hal ejaan agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia modern. Meskipun ejaannya berubah, isi dan makna yang terkandung di dalamnya tetap sama seperti naskah aslinya.

Berikut ini adalah teks Sumpah Pemuda dalam ejaan yang telah disesuaikan dengan aturan bahasa Indonesia yang berlaku saat ini:
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!