Forum IPP Unika Atma Jaya Tekankan Pentingnya Evidence-Based Policy di Indonesia
Sabtu, 01 November 2025 - 12:39 WIB
Dalam sambutan pembuka, Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, menekankan bahwa visi Indonesia Emas hanya dapat terwujud jika universitas turut menjadi bagian dari penguatan kebijakan publik di Indonesia. Yuda menilai bahwa peran perguruan tinggi tak berhenti pada inovasi teknologi, tetapi juga pada penciptaan produk kebijakan berbasis bukti ilmiah yang berdampak bagi masyarakat.
"Kebijakan publik yang baik lahir dari riset yang kuat dan kolaborasi lintas disiplin. Karena itu, pendidikan kebijakan publik menjadi sangat penting agar setiap keputusan didukung oleh evidence yang kokoh dan nilai kemanusiaan yang jelas," tuturnya, melalui siaran pers, Sabtu (1/11/2025).
Pandangan serupa disampaikan Direktur Eksekutif IPP, Salvatore Simarmata. Dosen yang akrab disapa Tore ini menilai pentingnya mengkaji ulang arah pendidikan kebijakan publik di Indonesia di tengah berbagai tantangan dan peluang yang ada. Selanjutnya, menurut Tore, IPP UAJ berkomitmen mewujudkan evidence-based policy untuk masa depan Indonesia yang lebih sejahtera, adil, dan inklusif.
"Forum ini menjadi wadah untuk menampung gagasan dan memajukan isu-isu kebijakan publik yang berorientasi pada masa depan berkelanjutan. Melalui riset kolaboratif, advokasi, dan dialog lintas sektor, kami berharap terjalin kerja sama yang lebih luas untuk membangun Indonesia yang berkeadilan dan berbasis bukti,” ungkap Tore.
Sorotan mengenai arah masa depan pendidikan kebijakan publik turut diperdalam oleh Keynote Speech dari Walter F. LaFeber Professor of Government and Public Policy, Cornell University, Prof. Thomas Pepinsky. Mengusung topik "Public Policy Education: State of the Field and Future Directions," ia menyoroti pentingnya membangun sistem pendidikan kebijakan publik yang tangguh relevan, dan berorientasi pada dampak nyata.
"Kebijakan publik yang baik lahir dari riset yang kuat dan kolaborasi lintas disiplin. Karena itu, pendidikan kebijakan publik menjadi sangat penting agar setiap keputusan didukung oleh evidence yang kokoh dan nilai kemanusiaan yang jelas," tuturnya, melalui siaran pers, Sabtu (1/11/2025).
Pandangan serupa disampaikan Direktur Eksekutif IPP, Salvatore Simarmata. Dosen yang akrab disapa Tore ini menilai pentingnya mengkaji ulang arah pendidikan kebijakan publik di Indonesia di tengah berbagai tantangan dan peluang yang ada. Selanjutnya, menurut Tore, IPP UAJ berkomitmen mewujudkan evidence-based policy untuk masa depan Indonesia yang lebih sejahtera, adil, dan inklusif.
"Forum ini menjadi wadah untuk menampung gagasan dan memajukan isu-isu kebijakan publik yang berorientasi pada masa depan berkelanjutan. Melalui riset kolaboratif, advokasi, dan dialog lintas sektor, kami berharap terjalin kerja sama yang lebih luas untuk membangun Indonesia yang berkeadilan dan berbasis bukti,” ungkap Tore.
Sorotan mengenai arah masa depan pendidikan kebijakan publik turut diperdalam oleh Keynote Speech dari Walter F. LaFeber Professor of Government and Public Policy, Cornell University, Prof. Thomas Pepinsky. Mengusung topik "Public Policy Education: State of the Field and Future Directions," ia menyoroti pentingnya membangun sistem pendidikan kebijakan publik yang tangguh relevan, dan berorientasi pada dampak nyata.
Lihat Juga :