Kemendiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Jadi Pusat Inovasi Nasional
Sabtu, 01 November 2025 - 13:15 WIB
Selain itu, berdasarkan laporan World Intellectual Property Organization (WIPO), Indonesia kini menempati peringkat ke-55 dari 139 negara dalam Global Innovation Index (GII) 2025—sebuah peningkatan signifikan dibandingkan posisi ke-87 pada 2021.
“Kita tidak ingin menjadi pengguna teknologi semata, tetapi pencipta solusi. Dengan kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri, saya yakin Indonesia dapat menjadi kekuatan inovasi baru di Asia,” ujar Menteri Brian.
Ketua Komisi Riset, Pengembangan dan Inovasi Dewan Pendidikan Tinggi, Handi Irawan menyampaikan bahwa kerja sama antar-stakeholder menjadi kunci bagi peningkatan daya saing inovasi nasional.
“Satu-satunya cara agar perguruan tinggi Indonesia semakin kompetitif adalah dengan berinovasi. Melalui kolaborasi DPT, BRIN, dan Kemdiktisaintek, kami berharap ide-ide yang diluncurkan dapat berkontribusi nyata untuk meningkatkan output inovasi dan memperbaiki peringkat Indonesia dalam Global Innovation Index,” kata Handi.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menambahkan bahwa penguatan budaya inovasi tidak hanya perlu dilakukan di lingkungan akademik, tetapi juga di tengah masyarakat.
“Kita tidak ingin menjadi pengguna teknologi semata, tetapi pencipta solusi. Dengan kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri, saya yakin Indonesia dapat menjadi kekuatan inovasi baru di Asia,” ujar Menteri Brian.
Ketua Komisi Riset, Pengembangan dan Inovasi Dewan Pendidikan Tinggi, Handi Irawan menyampaikan bahwa kerja sama antar-stakeholder menjadi kunci bagi peningkatan daya saing inovasi nasional.
“Satu-satunya cara agar perguruan tinggi Indonesia semakin kompetitif adalah dengan berinovasi. Melalui kolaborasi DPT, BRIN, dan Kemdiktisaintek, kami berharap ide-ide yang diluncurkan dapat berkontribusi nyata untuk meningkatkan output inovasi dan memperbaiki peringkat Indonesia dalam Global Innovation Index,” kata Handi.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menambahkan bahwa penguatan budaya inovasi tidak hanya perlu dilakukan di lingkungan akademik, tetapi juga di tengah masyarakat.
Lihat Juga :