Kisah Rizal, Lulus Magister UGM di Bawah 2 Tahun dengan IPK Sempurna 4,00
Kamis, 06 November 2025 - 06:30 WIB
Tidak sampai di situ, Rizal masih harus merasakan tantangan lain, yaitu melakukan penyesuaian diri dengan program yang ia pilih terutama terkait riset tesis dan peminatan studi . Memiliki kewajiban untuk mengubah topik penelitiannya, ia bertemu dengan Rahmat Hidayat selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM sekaligus dosen pembimbing yang pada waktu itu membuka riset payung mengenai food choice (pilihan makanan) dan mengundang mahasiswa untuk bergabung.
Baca juga: Perjuangan Hawa Menempuh 80 Km Setiap Hari Diganjar Gelar Wisudawan Terbaik UNJ
Berada di Magister Psikologi (Sains) mengharuskan Rizal untuk mempelajari metode analisis baru juga, yaitu Structural Equation Modeling (SEM) yang tergolong sesuatu baru baginya.
Mendapat IPK 4,00, kata Rizal, adalah sesuatu yang dipengaruhi oleh faktor takdir dan keberuntungan. Ia mengaku mendapatkan nilai yang tidak terlalu maksimal pada Ujian Tengah Semester (UTS), tetapi berhasil didongkrak dengan nilai-nilai Ujian Akhir Semester (UAS) karena UAS memiliki segi bobot yang lebih menentukan.
Terlepas dari segala kesulitan yang dihadapi selama perkuliahan, ia menyadari bahwa mendapat beasiswa LPDP adalah sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan dengan berusaha semaksimal mungkin. Ia mengerjakan tugas dan ujian dengan sebaik mungkin. “Pokoknya saya nothing to lose (tidak akan rugi) dan memberikan upaya terbaik yang bisa saya lakukan,” tuturnya.
Baca juga: Perjuangan Hawa Menempuh 80 Km Setiap Hari Diganjar Gelar Wisudawan Terbaik UNJ
Berada di Magister Psikologi (Sains) mengharuskan Rizal untuk mempelajari metode analisis baru juga, yaitu Structural Equation Modeling (SEM) yang tergolong sesuatu baru baginya.
Mendapat IPK 4,00, kata Rizal, adalah sesuatu yang dipengaruhi oleh faktor takdir dan keberuntungan. Ia mengaku mendapatkan nilai yang tidak terlalu maksimal pada Ujian Tengah Semester (UTS), tetapi berhasil didongkrak dengan nilai-nilai Ujian Akhir Semester (UAS) karena UAS memiliki segi bobot yang lebih menentukan.
Terlepas dari segala kesulitan yang dihadapi selama perkuliahan, ia menyadari bahwa mendapat beasiswa LPDP adalah sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan dengan berusaha semaksimal mungkin. Ia mengerjakan tugas dan ujian dengan sebaik mungkin. “Pokoknya saya nothing to lose (tidak akan rugi) dan memberikan upaya terbaik yang bisa saya lakukan,” tuturnya.
Lihat Juga :