SBY Raih Penghargaan Tertinggi dari ITS di Dies Natalis ke-65
Rabu, 12 November 2025 - 14:06 WIB
Di antaranya adalah Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, Presiden ke-4 RI almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mantan Wakil Presiden RI H Jusuf Kalla, dan beberapa tokoh penting lainnya.
Melalui kesempatan ini, SBY menyampaikan orasi ilmiah berjudul Menuju Indonesia Maju dan Sejahtera: Perspektif Pembangunan Ekonomi yang Adil dan Berkelanjutan. Dalam orasinya, SBY menyampaikan tiga pokok pikiran yang dapat membantu mencapai ekonomi adil dan berkelanjutan serta membawa Indonesia berkontribusi pada agenda dan kepentingan global.
Baca juga: Syahganda Nainggolan Dorong Indonesia Usulkan SBY Jadi Sekjen PBB
Pokok pikiran pertama yakni dengan menanamkan dan menerapkan konsep pemakaian sesuai kebutuhan. SBY berpesan, sebagai manusia kita harus menghentikan keserakahan karena apa yang perlu kita ambil adalah apa yang kita butuhkan. “Begitu pula dengan menyusun ekonomi yang benar-benar diperlukan umat manusia,” tambah lelaki kelahiran Pacitan, 9 September 1949 itu, melalui siaran pers, Rabu (12/11/2025).
Kedua, ekonomi Indonesia harus tetap tumbuh dengan minimal pertumbuhan 6 persen atau lebih. SBY menekankan, pertumbuhan ini harus diiringi dengan penerapan prinsip ekonomi yang adil bagi manusia dan lingkungan. “Dengan begitu, Indonesia juga dapat ikut menjawab tantangan dunia dan mengatasi perubahan iklim,” ujar alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut.
Melalui kesempatan ini, SBY menyampaikan orasi ilmiah berjudul Menuju Indonesia Maju dan Sejahtera: Perspektif Pembangunan Ekonomi yang Adil dan Berkelanjutan. Dalam orasinya, SBY menyampaikan tiga pokok pikiran yang dapat membantu mencapai ekonomi adil dan berkelanjutan serta membawa Indonesia berkontribusi pada agenda dan kepentingan global.
Baca juga: Syahganda Nainggolan Dorong Indonesia Usulkan SBY Jadi Sekjen PBB
Pokok pikiran pertama yakni dengan menanamkan dan menerapkan konsep pemakaian sesuai kebutuhan. SBY berpesan, sebagai manusia kita harus menghentikan keserakahan karena apa yang perlu kita ambil adalah apa yang kita butuhkan. “Begitu pula dengan menyusun ekonomi yang benar-benar diperlukan umat manusia,” tambah lelaki kelahiran Pacitan, 9 September 1949 itu, melalui siaran pers, Rabu (12/11/2025).
Kedua, ekonomi Indonesia harus tetap tumbuh dengan minimal pertumbuhan 6 persen atau lebih. SBY menekankan, pertumbuhan ini harus diiringi dengan penerapan prinsip ekonomi yang adil bagi manusia dan lingkungan. “Dengan begitu, Indonesia juga dapat ikut menjawab tantangan dunia dan mengatasi perubahan iklim,” ujar alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut.
Lihat Juga :