Persepsi Efikasi dan Norma Kelompok Menentukan Partisipasi Cegah Karhutla

Minggu, 23 November 2025 - 16:24 WIB
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan strategi komunikasi yang lebih efektif untuk mendukung pengurangan emisi sektor kehutanan dan pencapaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Herdis Herdiansyah sebagai promotor sekaligus sebagai dosen dan ilmuwan yang masuk dalam daftar 2% peneliti terbaik dunia tahun 2025 yang dirilis Stanford University bekerja sama dengan Elsevier berharap hasil penelitian ini dapat bermanfaat dan menjadi pendekatan baru dalam memaksimalkan program pencegahan karhutla yang efektif. "Saya berharap penelitian ini dapat berlanjut dengan skala lebih besar dan pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan regulasi yang sejalan dengan rekomendasi dalam penelitian ini," ujar Herdis. Baca juga: Kemenhut Sebut Anggaran Pengelola FOLU Net Sink 2030 dari Non-APBN

Lebih lanjut, ia menambahkan, pencapaian ini sejalan dengan visi Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia. Yakni sebagai pusat unggulan dalam riset dan pendidikan lingkungan yang memiliki dampak luas, baik secara akademik maupun praktis.

Salah satu penguji Agus Justianto, yang saat ini menjadi Penasihat Tim Kerja Indonesia FOLU Net Sink 2030 Kementerian Kehutanan menilai model yang digunakan Trisia menghasilkan novelty penting untuk sektor kehutanan khususnya dalam pengendalian kebakaran hutan.

Sementara Antar Venus yang merupakan rektor UPN Veteran Jakarta mengapresiasi penelitian yang dilakukan Trisia karena memasukkan perspektif komunikasi dalam upaya penanggulangan karhutla.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!