Hattrick, UI Kampus Terbaik Paling Berkelanjutan di Asia Versi GreenMetric 2025
Rabu, 10 Desember 2025 - 16:23 WIB
Jangkauan pengaruh standar yang diciptakan UI semakin meluas dengan bergabungnya 10 negara partisipan baru, yaitu Republik Demokratik Kongo, Tanzania, Georgia, Tajikistan, Kamerun, Republik Siprus, Mongolia, Siprus Utara, Republik Dominika, dan Jepang.
Hal ini membuktikan bahwa kerangka penilaian yang disusun UI—berdasarkan 58 indikator di 6 kriteria—telah menjadi rujukan universal bagi institusi pendidikan tinggi di seluruh benua.
Baca juga: Kapan Pendaftaran Beasiswa LPDP 2026 Dibuka? Ini Jadwal dan Syarat Lengkapnya
Enam indikator dalam pemeringkatan UI GreenMetric meliputi Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, Waste, Water, Transportation, dan Education and Research. Indikator Setting and Infrastructure menilai apakah kampus layak disebut Kampus Hijau melalui ketersediaan ruang hijau, upaya menjaga lingkungan, serta pengembangan energi berkelanjutan.
Sementara itu, indikator Energy and Climate Change melihat penggunaan energi dan sikap universitas terhadap isu perubahan iklim; indikator Waste menilai pengelolaan dan daur ulang limbah; sedangkan indikator Water melihat bagaimana universitas mengurangi penggunaan air, meningkatkan program konservasi, dan melindungi habitat.
Di sisi lain, indikator Transportation berperan penting dalam menurunkan emisi karbon dan tingkat polutan di universitas. Adapun indikator Education and Research mendorong universitas untuk berperan dalam menciptakan generasi muda yang peduli terhadap keberlanjutan.
Hal ini membuktikan bahwa kerangka penilaian yang disusun UI—berdasarkan 58 indikator di 6 kriteria—telah menjadi rujukan universal bagi institusi pendidikan tinggi di seluruh benua.
Baca juga: Kapan Pendaftaran Beasiswa LPDP 2026 Dibuka? Ini Jadwal dan Syarat Lengkapnya
Enam indikator dalam pemeringkatan UI GreenMetric meliputi Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, Waste, Water, Transportation, dan Education and Research. Indikator Setting and Infrastructure menilai apakah kampus layak disebut Kampus Hijau melalui ketersediaan ruang hijau, upaya menjaga lingkungan, serta pengembangan energi berkelanjutan.
Sementara itu, indikator Energy and Climate Change melihat penggunaan energi dan sikap universitas terhadap isu perubahan iklim; indikator Waste menilai pengelolaan dan daur ulang limbah; sedangkan indikator Water melihat bagaimana universitas mengurangi penggunaan air, meningkatkan program konservasi, dan melindungi habitat.
Di sisi lain, indikator Transportation berperan penting dalam menurunkan emisi karbon dan tingkat polutan di universitas. Adapun indikator Education and Research mendorong universitas untuk berperan dalam menciptakan generasi muda yang peduli terhadap keberlanjutan.
(nnz)
Lihat Juga :