Pemerintah Dorong Perguruan Tinggi Jadi Penggerak Inovasi Nasional

Jum'at, 19 Desember 2025 - 19:00 WIB
Baca juga: Marak Bullying di Kalangan Gen Z, Menteri Wihaji: Semua Bentuk Perundungan Harus Dilawan

Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus mendorong transformasi pembelajaran dan penguatan ekosistem riset melalui sinergi multipihak sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing inovasi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam forum tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK Ojat Darojat menekankan pentingnya pembenahan proses pembelajaran agar tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada kemampuan peserta didik menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

“Salah satu penyakit kronis pendidikan kita adalah proses belajar yang masih berhenti pada producing knowledge, bukan applying knowledge. Anak-anak mampu menjawab soal ujian, tetapi tidak memahami dan tidak bisa menggunakan ilmunya. Inilah yang melahirkan inert knowledge dan membuat daya saing inovasi nasional kita rendah,” ujar Ojat.

Ia menjelaskan, transformasi pembelajaran perlu diarahkan pada penguatan pemahaman, konteks, dan pemanfaatan ilmu. Hal ini penting agar proses belajar mampu menumbuhkan daya pikir kritis serta keterampilan pemecahan masalah sejak dini.

“Metode rote learning yang mengandalkan hafalan tanpa pemahaman masih mengakar di ruang-ruang kelas kita. Sistem ini tidak memberi ruang bagi anak untuk membangun critical thinking. Selama budaya belajar seperti ini dipelihara, kita akan terus menghasilkan lulusan dengan nilai tinggi, tetapi miskin kemampuan inovasi,” tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!