Profil Sabrina Gonzalez Pasterski, Fisikawan Jenius yang Dijuluki Einstein Modern
Senin, 05 Januari 2026 - 12:51 WIB
Pesawat itu bukan hasil pabrikan. Sabrina merakitnya dari ribuan komponen, memasang sekitar 15.000 rivet dengan tangannya sendiri, serta mempelajari cara merakit dan membongkar mesin pesawat di rumah keluarganya di Chicago. Dunia penerbangan menjadi pintu awal perjalanan intelektualnya.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua DPR RI yang Jadi Sorotan soal Program MBG
Sabrina Gonzalez Pasterski lahir di Chicago pada 3 Juni 1993. Ia merupakan generasi pertama keturunan Kuba-Amerika dan lulusan Chicago Public Schools. Ayahnya, Mark Pasterski, adalah seorang pengacara sekaligus insinyur listrik yang menumbuhkan budaya rasa ingin tahu sejak dini.
Ia menempuh pendidikan di Edison Regional Gifted Center dan kemudian Illinois Mathematics and Science Academy (IMSA). Sejak usia sembilan tahun, Sabrina sudah mengikuti pelajaran terbang, dan pada usia 12 tahun mulai merakit pesawat di garasi rumah.
Meski sempat ditolak Harvard dan masuk daftar tunggu MIT, Sabrina akhirnya diterima di Massachusetts Institute of Technology (MIT) berkat rekomendasi profesor yang terkesan dengan proyek pesawatnya. Ia masuk MIT pada usia 17 tahun.
Di MIT, Sabrina menyelesaikan studi fisika hanya dalam tiga tahun dan lulus dengan IPK sempurna 5.00, tertinggi di MIT. Ia menjadi perempuan pertama dalam dua dekade yang lulus sebagai mahasiswa terbaik di jurusan fisika MIT.
Setelah itu, Sabrina melanjutkan studi doktoral di Harvard University di bawah bimbingan fisikawan ternama Andrew Strominger di Center for the Fundamental Laws of Nature.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua DPR RI yang Jadi Sorotan soal Program MBG
Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan Awal
Sabrina Gonzalez Pasterski lahir di Chicago pada 3 Juni 1993. Ia merupakan generasi pertama keturunan Kuba-Amerika dan lulusan Chicago Public Schools. Ayahnya, Mark Pasterski, adalah seorang pengacara sekaligus insinyur listrik yang menumbuhkan budaya rasa ingin tahu sejak dini.
Ia menempuh pendidikan di Edison Regional Gifted Center dan kemudian Illinois Mathematics and Science Academy (IMSA). Sejak usia sembilan tahun, Sabrina sudah mengikuti pelajaran terbang, dan pada usia 12 tahun mulai merakit pesawat di garasi rumah.
Perjalanan Akademik di MIT dan Harvard
Meski sempat ditolak Harvard dan masuk daftar tunggu MIT, Sabrina akhirnya diterima di Massachusetts Institute of Technology (MIT) berkat rekomendasi profesor yang terkesan dengan proyek pesawatnya. Ia masuk MIT pada usia 17 tahun.
Di MIT, Sabrina menyelesaikan studi fisika hanya dalam tiga tahun dan lulus dengan IPK sempurna 5.00, tertinggi di MIT. Ia menjadi perempuan pertama dalam dua dekade yang lulus sebagai mahasiswa terbaik di jurusan fisika MIT.
Setelah itu, Sabrina melanjutkan studi doktoral di Harvard University di bawah bimbingan fisikawan ternama Andrew Strominger di Center for the Fundamental Laws of Nature.
Kontribusi Besar di Dunia Fisika Teoretis
Lihat Juga :