Era AI, Sekolah Didorong Bangun Ketangguhan Siswa
Kamis, 08 Januari 2026 - 20:22 WIB
Ia menjelaskan bahwa ketangguhan (resilience) dan fleksibilitas (adaptability) perlu dibangun melalui pengalaman belajar yang nyata, baik di sekolah maupun di rumah.
Baca juga: Wujudkan Sekolah Aman, Mendikdasmen Deklarasikan Gerakan Rukun Sama Teman
“Anak perlu dibiasakan untuk mencoba, menghadapi kegagalan, lalu merefleksikannya sebagai momen evaluasi dan perbaikan sehingga kepercayaan diri dan daya tahan mental terbentuk,” ucapnya.
Pendekatan ini, lanjut Ezra, sejalan dengan berbagai kajian global. Laporan World Economic Forum (WEF) menunjukkan bahwa kemampuan seperti pemecahan masalah, pengelolaan diri, dan adaptabilitas menjadi keterampilan utama yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan AI.
“Nah, untuk membangun ketangguhan itu tidak bisa terlepas dari kesejahteraan emosional (wellbeing) siswa,” katanya. Ezra menyoroti tekanan digital yang semakin dirasakan generasi muda, mulai dari paparan layar yang berlebihan hingga distraksi media sosial yang memengaruhi fokus, relasi sosial, dan kesehatan mental.
Untuk merespons hal tersebut, NJIS menerapkan lingkungan belajar bebas ponsel. Kebijakan ini bertujuan memberi ruang bagi siswa untuk berinteraksi secara langsung, bekerja sama, dan membangun hubungan sosial yang lebih baik di lingkungan sekolah.
Baca juga: Wujudkan Sekolah Aman, Mendikdasmen Deklarasikan Gerakan Rukun Sama Teman
“Anak perlu dibiasakan untuk mencoba, menghadapi kegagalan, lalu merefleksikannya sebagai momen evaluasi dan perbaikan sehingga kepercayaan diri dan daya tahan mental terbentuk,” ucapnya.
Pendekatan ini, lanjut Ezra, sejalan dengan berbagai kajian global. Laporan World Economic Forum (WEF) menunjukkan bahwa kemampuan seperti pemecahan masalah, pengelolaan diri, dan adaptabilitas menjadi keterampilan utama yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan AI.
“Nah, untuk membangun ketangguhan itu tidak bisa terlepas dari kesejahteraan emosional (wellbeing) siswa,” katanya. Ezra menyoroti tekanan digital yang semakin dirasakan generasi muda, mulai dari paparan layar yang berlebihan hingga distraksi media sosial yang memengaruhi fokus, relasi sosial, dan kesehatan mental.
Untuk merespons hal tersebut, NJIS menerapkan lingkungan belajar bebas ponsel. Kebijakan ini bertujuan memberi ruang bagi siswa untuk berinteraksi secara langsung, bekerja sama, dan membangun hubungan sosial yang lebih baik di lingkungan sekolah.
Lihat Juga :