PLTN Pertama Indonesia Disiapkan, ITPLN dan ITS Fokus Bangun SDM Nuklir Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:30 WIB
Menurut Ahsin, pengembangan PLTN sejalan dengan agenda besar kemandirian energi nasional dan nationality pride yang kini didorong visi pemerintah. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto dan jajaran kabinet sudah vokal menyuarakan energi nuklir dalam berbagai forum internasional.

“Sekarang perguruan tinggi, PLN, dan asosiasi sedang bergerak bersama untuk membangun kesadaran publik. Ini momentum Indonesia mandiri energi,” kata dia.

Ahsin juga menegaskan Indonesia memiliki modal sumber daya alam dan sumber daya manusia. Cadangan uranium terdapat di Kalimantan Barat, sementara thorium ditemukan di Bangka Belitung dari sisa tambang monasit.

“Bahan bakarnya relatif sedikit vokumenya dengan besarnya daya listrik yang dibangkitkan dan seluruhnya diawali ketabahan oleh IAEA. Kalau Indonesia masuk nuklir, kita harus menjadi bagian penting negara maju dunia,” tegasnya.

Dari sisi SDM, Ahsin menyebut diaspora insinyur nuklir Indonesia cukup banyak dan tersebar di berbagai negara. Selain itu, ribuan lulusan nuklir dari UGM dan ITB dinilai siap dilibatkan jika keputusan pembangunan PLTN telah ditetapkan.

“Masalah kapasitas dan kapabilitas manusia tidak diragukan. Sekarang tinggal menunggu keputusan pemerintah,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!