Circular Food Garden Ajarkan Ketahanan Pangan dan Lingkungan di SD Mojokerto

Rabu, 04 Februari 2026 - 17:30 WIB
Dari sisi pembelajaran, sekolah juga menilai pentingnya peningkatan dokumentasi kegiatan serta penguatan integrasi program dengan mata pelajaran. Dokumentasi yang baik akan membantu proses refleksi dan evaluasi, sementara integrasi kurikulum akan membuat pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna.

Vice Director GLS, Rumayya, melihat proses ini sebagai bagian dari dinamika wajar program berbasis komunitas.

“Dengan dukungan yang tepat, masyarakat memiliki kapasitas besar untuk membangun solusi lingkungan dan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Konsulat Jenderal Australia di Surabaya. Konsul Jenderal Australia, Glen Askew, menyampaikan harapannya agar program seperti Circular Food Garden dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi sekolah lain.

“Saya berharap program ini dapat terus memberikan manfaat dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam mendorong ketahanan pangan di lingkungan pendidikan,” katanya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!