7 PTMA Buka Prodi Dokter Spesialis, Ini Daftar Kampusnya
Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:15 WIB
“Kita perlu menunjukkan bahwa kampus dan rumah sakit kita memiliki kualitas layanan berkelas internasional. Bukan orang Indonesia yang berobat ke luar negeri, tetapi pasien luar negeri yang datang ke rumah sakit kita”, ujar Menteri Brian.
Selain aspek pendidikan, Brian juga menyoroti peran strategis institusi pendidikan kesehatan dalam menjaga stabilitas nasional. Beliau berharap kualitas layanan kesehatan di dalam negeri dapat terus meningkat sehingga ketergantungan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di luar negeri dapat ditekan.
Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk melakukan transformasi kesehatan yang mandiri. Dengan memperkuat kualitas SDM kesehatan dari hulu (pendidikan) sekaligus memperkokoh sistem ketahanan kesehatan nasional dalam jangka panjang.
Dalam kesempatan yang sama, Brian juga mengapresiasi kiprah dr. Corona Rintawan sebagai salah satu penggagas Emergency Medical Team Indonesia yang berhasil menjadi Tim Medis Darurat Muhamadiyah yang terverifikasi WHO pertama di Indonesia pada 19 Oktober 2025.
Sosok-sosok dengan semangat pengabdian seperti itu, menurutnya, menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan kedokteran di PTMA. “Kita butuh orang-orang yang memiliki keinginan kuat untuk memajukan dunia kedokteran dan mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Peluncuran 24 PPDS ini diharapkan menjadi langkah awal bagi PTMA dan RSMA untuk melahirkan dokter-dokter spesialis yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan semangat ibadah dalam profesinya.
Selain aspek pendidikan, Brian juga menyoroti peran strategis institusi pendidikan kesehatan dalam menjaga stabilitas nasional. Beliau berharap kualitas layanan kesehatan di dalam negeri dapat terus meningkat sehingga ketergantungan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di luar negeri dapat ditekan.
Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk melakukan transformasi kesehatan yang mandiri. Dengan memperkuat kualitas SDM kesehatan dari hulu (pendidikan) sekaligus memperkokoh sistem ketahanan kesehatan nasional dalam jangka panjang.
Dalam kesempatan yang sama, Brian juga mengapresiasi kiprah dr. Corona Rintawan sebagai salah satu penggagas Emergency Medical Team Indonesia yang berhasil menjadi Tim Medis Darurat Muhamadiyah yang terverifikasi WHO pertama di Indonesia pada 19 Oktober 2025.
Sosok-sosok dengan semangat pengabdian seperti itu, menurutnya, menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan kedokteran di PTMA. “Kita butuh orang-orang yang memiliki keinginan kuat untuk memajukan dunia kedokteran dan mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Peluncuran 24 PPDS ini diharapkan menjadi langkah awal bagi PTMA dan RSMA untuk melahirkan dokter-dokter spesialis yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan semangat ibadah dalam profesinya.
(nnz)
Lihat Juga :