Dari Aceh Singkil ke UI, Perjuangan Maudatinur Lulus Sarjana Keperawatan 3,5 Tahun

Senin, 16 Februari 2026 - 17:00 WIB
“Sejak saat itu saya sering bertanya-tanya, kenapa penyakit bisa datang tiba-tiba dan bagaimana cara mencegahnya. Saya ingin membantu orang lain agar bisa menjaga kesehatan orang-orang yang mereka sayangi,” tutur Mauda, melalui siaran pers, Senin (16/2/2026).

Baca juga: Kisah dr Rafli, Lulusan Terbaik FK UI yang Raih Gelar Doktor dengan IPK 4,00

Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di UI datang melalui jalur afirmasi berbasis nilai rapor. Bagi Mauda, itu bukan sekadar pintu masuk ke kampus impian, melainkan amanah yang harus dijaga. Masa-masa awal perkuliahan tidak selalu mudah. Ia harus beradaptasi dengan ritme belajar yang cepat, tuntutan akademik yang tinggi, serta lingkungan yang penuh persaingan.

Alih-alih menyerah, Mauda menjadikan tantangan itu sebagai latihan kedisiplinan. Sejak awal, ia sudah menetapkan target lulus dalam program percepatan 3,5 tahun. Strateginya sederhana, tetapi konsisten: menyelesaikan setiap tugas satu hari lebih cepat dari tenggat.

“Kalau tenggatnya Jumat, saya usahakan selesai Kamis. Jadi masih ada waktu kalau tiba-tiba ada kendala,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!