Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib di SD Mulai 2027, Kemendikdasmen Latih Ribuan Guru

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:30 WIB
“Kami memahami bahwa bagi sebagian guru, mengajar Bahasa Inggris mungkin terasa sebagai tantangan baru. Namun saya ingin mengajak Bapak/Ibu untuk melihatnya bukan sebagai beban tambahan, melainkan sebagai kesempatan untuk berkembang bersama murid-murid kita,” ujar Direktur Rachmadi, melalui siaran pers, Rabu (10/3/2026).

Rachmadi menegaskan bahwa guru pada hakikatnya adalah pembelajar sepanjang hayat. Ketika guru terus belajar dan meningkatkan kapasitasnya, maka ruang kelas akan menjadi ruang belajar yang hidup bagi para murid.

Ia menambahkan bahwa penguatan pembelajaran Bahasa Inggris di SD merupakan bagian dari upaya membekali murid dengan kemampuan dasar yang relevan dengan perkembangan zaman.

Baca juga: Dorong Guru Madrasah Kuasai Bahasa Inggris, Menag: Hubungkan Siswa ke Literatur Global

Lebih lanjut, Rachmadi juga mendorong para peserta pelatihan untuk berbagi praktik baik kepada rekan sejawat agar manfaat pelatihan dapat dirasakan secara lebih luas.

“Oleh karena itu, setelah mengikuti pelatihan ini kami berharap Ibu dan Bapak tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kelas masing-masing, tetapi juga berbagi praktik baik kepada rekan sejawat melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) ataupun forum profesional lainnya. Dengan cara ini, manfaat pelatihan tidak berhenti pada peserta yang hadir hari ini, tetapi dapat menjangkau lebih banyak guru dan lebih banyak murid,” tambah Rachmadi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!