Kisah Septaberlianto, Penerima KIP Kuliah UNY yang Lulus Cumlaude dengan Segudang Prestasi

Kamis, 19 Maret 2026 - 08:54 WIB
Namun, menjadi mahasiswa KIP-K tidak lepas dari tantangan. Septa harus menjaga IPK tetap di atas 3,50, mengelola keuangan dengan cermat, serta menghadapi stigma dari sebagian masyarakat. Ia mengaku kebiasaan menentukan skala prioritas, berani mencoba hal baru, serta mempersiapkan fisik dan mental menjadi kunci konsistensinya.

“KIP-K lebih dari sekadar mengubah hidup saya. Program ini mengajarkan saya bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan,” ungkapnya. Statusnya sebagai penerima KIP-K bahkan sempat menjadi nilai tambah saat ia lolos program magang, karena dinilai memiliki komitmen dan tanggung jawab tinggi.

Setelah lulus cumlaude pada Februari 2026, Septa berencana melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Ia berpesan kepada mahasiswa penerima KIP-K agar memanfaatkan kesempatan dengan sungguh-sungguh. “Pertanggungjawabkan dana yang diterima sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Jangan takut mencoba peluang dan rasakan manfaat dari KIP-K,” pesannya.

Ia pun berharap program KIP-K ke depan semakin tepat sasaran dan menjangkau lebih banyak mahasiswa yang membutuhkan. Perjalanan Septa menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk berprestasi, selama ada tekad dan kesadaran untuk menjaga amanah.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!