Kementrans Gandeng Unpad Dorong Industrialisasi Ubi Jalar di Kawasan Transmigrasi

Kamis, 23 April 2026 - 09:46 WIB
Menurutnya Prof Arief, potensi ubi jalar sangat besar, namun kualitas ekspor saat ini masih terbatas. “Dari total produksi, baru sekitar 15 persen yang memenuhi standar ekspor, padahal permintaan dari negara seperti Jepang dan Korea Selatan sangat tinggi. Dengan dukungan riset dan teknologi, kita targetkan bisa meningkat hingga 50 persen,” ungkapnya.

Prof Arief juga menugaskan produksi yang tidak masuk kategori ekspor akan diarahkan untuk hilirisasi. “Sisanya bisa diolah menjadi berbagai produk, seperti tepung atau bahan pangan lain yang bernilai tambah. Ini yang akan kita dorong melalui industrialisasi,” tambahnya.

Kolaborasi ini sejalan dengan konsep PRAISE (Padjadjaran Center for Sweet Potato Research and Innovation Excellence) yang mengusung semangat serupa dengan Centre of Excellence Patriot, yaitu membangun ekosistem inovasi dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara Kementerian Transmigrasi dan Unpad, pengembangan ubi jalar diharapkan menjadi model baru dalam Transformasi Transmigrasi, yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!