Kisah Stanley Evander, Lulusan Doktor Tercepat UGM 2026 dengan Riset Kit Ekstraksi DNA

Rabu, 29 April 2026 - 15:32 WIB
“Ketertarikan saya pada dunia molekuler semakin dalam saat bekerja. Waktu itu, Prof. Budi mendiskusikan pengembangan kit ekstraksi miliknya dengan perusahaan kami. Perusahaan pun tertarik untuk mengembangkan lebih lanjut,” jelas Stanley, dikutip dari laman UGM, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: Kisah Adi, Wisudawan Terbaik Program Doktor UM dengan IPK 4

Ia menjelaskan bahwa kit DNA yang dikembangkannya berfungsi untuk mempersiapkan sampel sebelum dilakukan proses PCR (Polymerase Chain Reaction). Berbeda dengan metode konvensional, Stanley memanfaatkan teknologi nanopartikel magnetik untuk meningkatkan efisiensi di bidang kesehatan.

“Disertasi saya fokus pada pengembangan kit ekstraksi DNA. Didukung oleh tim promotor dari lintas disiplin, yaitu Biologi, Kimia, dan Fisika, agar produk ini dapat menjadi satu kit yang utuh,” paparnya.

Menurut Stanley, inovasi tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia mampu memproduksi kit ekstraksi DNA secara mandiri tanpa harus bergantung pada produk impor. Selama ini, kebutuhan kit ekstraksi DNA di Indonesia masih didominasi produk luar negeri dengan harga relatif mahal dan waktu distribusi yang cukup lama.

“Saat ini, kit ekstraksi DNA di Indonesia dibanjiri oleh produk impor. Di samping harga yang tinggi akibat bea masuk, waktu distribusi juga memakan waktu lama. Melalui disertasi ini, saya mencoba mengatasi tantangan tersebut dengan menyesuaikannya dengan Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) hingga 2035,” ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!