MC Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Minta Maaf, Akui UcapannyaTak Patut Disampaikan
Selasa, 12 Mei 2026 - 20:14 WIB
Baca juga: Sosok Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR yang Viral dan Disorot Netizen
“Seluruh kritik dan saran yang telah masuk untuk saya sebagai MC, semuanya saya terima dengan lapang dada & sebagai bahan pembelajaran saya untuk mengevaluasi diri agar lebih bijak lagi dalam berucap dan bersikap ke depannya,” lanjutnya.
Shindy juga berharap permohonan maaf yang disampaikannya dapat diterima oleh seluruh pihak yang merasa kecewa atas pernyataannya saat acara berlangsung.
Tak hanya melalui caption Instagram, Shindy turut mengunggah foto berisi pernyataan resmi permintaan maaf. Dalam tulisan tersebut, ia secara khusus menyoroti kalimat yang menjadi sorotan publik, yakni ucapan “mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja” yang disampaikannya ketika babak final berlangsung.
Menurut Shindy, ucapan tersebut seharusnya tidak patut disampaikan dalam kapasitasnya sebagai pembawa acara pada kegiatan resmi tersebut. Ia menyadari pernyataannya telah menimbulkan kekecewaan dan melukai perasaan berbagai pihak, khususnya peserta lomba, guru pendamping dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta masyarakat Kalimantan Barat.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya,” tulis Shindy dalam pernyataannya.
“Seluruh kritik dan saran yang telah masuk untuk saya sebagai MC, semuanya saya terima dengan lapang dada & sebagai bahan pembelajaran saya untuk mengevaluasi diri agar lebih bijak lagi dalam berucap dan bersikap ke depannya,” lanjutnya.
Shindy juga berharap permohonan maaf yang disampaikannya dapat diterima oleh seluruh pihak yang merasa kecewa atas pernyataannya saat acara berlangsung.
Tak hanya melalui caption Instagram, Shindy turut mengunggah foto berisi pernyataan resmi permintaan maaf. Dalam tulisan tersebut, ia secara khusus menyoroti kalimat yang menjadi sorotan publik, yakni ucapan “mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja” yang disampaikannya ketika babak final berlangsung.
Menurut Shindy, ucapan tersebut seharusnya tidak patut disampaikan dalam kapasitasnya sebagai pembawa acara pada kegiatan resmi tersebut. Ia menyadari pernyataannya telah menimbulkan kekecewaan dan melukai perasaan berbagai pihak, khususnya peserta lomba, guru pendamping dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta masyarakat Kalimantan Barat.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya,” tulis Shindy dalam pernyataannya.
Lihat Juga :