Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Senin, 22 Juni 2026 - 15:19 WIB
Perubahan dunia kerja yang berlangsung semakin cepat membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan. Foto/Dok/SINDOnews.
JAKARTA - Perubahan dunia kerja yang berlangsung semakin cepat membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan. Generasi muda tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, berkolaborasi, serta menyelesaikan persoalan secara kreatif.
Menjawab kebutuhan tersebut, Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) berkolaborasi dengan Departemen Psikologi FISIP Universitas Brawijaya menghadirkan webinar bertajuk “Mempersiapkan Generasi Adaptif di Dunia Kerja” pada Sabtu (20/6/2026).
Baca juga: Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Menghadirkan Dr. Ika Widyarini, MLHR., Psikolog, dosen Departemen Psikologi FISIP Universitas Brawijaya sebagai narasumber, webinar ini mengangkat pentingnya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja masa depan.
Dalam sambutannya, Koordinator Program dan Pelatihan KGSB, Riki M. Iskandar, menyampaikan bahwa perkembangan zaman menuntut adanya perubahan cara pandang dalam proses pendidikan.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membangun fondasi pengetahuan, namun pendidikan juga perlu memberi ruang bagi pengembangan karakter dan keterampilan nonteknis yang akan menjadi bekal anak menghadapi masa depan.
“Perubahan yang terjadi begitu cepat menuntut generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berbagai keterampilan nonteknis atau soft skills yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan dan dunia kerja, khususnya di era Society 5.0. Kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kreatif, mengelola diri, hingga menghadapi ketidakpastian merupakan keterampilan yang perlu dibangun sejak dini melalui proses pendampingan yang tepat,” ujar Riki, melalui siaran pers, Senin (22/6/2026).
Dalam sesi utama, Dr. Ika Widyarini menjelaskan bahwa perubahan dunia kerja membuat ukuran keberhasilan generasi muda tidak lagi hanya dilihat dari capaian akademik.
Menjawab kebutuhan tersebut, Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB) berkolaborasi dengan Departemen Psikologi FISIP Universitas Brawijaya menghadirkan webinar bertajuk “Mempersiapkan Generasi Adaptif di Dunia Kerja” pada Sabtu (20/6/2026).
Baca juga: Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Menghadirkan Dr. Ika Widyarini, MLHR., Psikolog, dosen Departemen Psikologi FISIP Universitas Brawijaya sebagai narasumber, webinar ini mengangkat pentingnya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja masa depan.
Dalam sambutannya, Koordinator Program dan Pelatihan KGSB, Riki M. Iskandar, menyampaikan bahwa perkembangan zaman menuntut adanya perubahan cara pandang dalam proses pendidikan.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membangun fondasi pengetahuan, namun pendidikan juga perlu memberi ruang bagi pengembangan karakter dan keterampilan nonteknis yang akan menjadi bekal anak menghadapi masa depan.
“Perubahan yang terjadi begitu cepat menuntut generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berbagai keterampilan nonteknis atau soft skills yang menjadi fondasi penting dalam kehidupan dan dunia kerja, khususnya di era Society 5.0. Kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kreatif, mengelola diri, hingga menghadapi ketidakpastian merupakan keterampilan yang perlu dibangun sejak dini melalui proses pendampingan yang tepat,” ujar Riki, melalui siaran pers, Senin (22/6/2026).
Dalam sesi utama, Dr. Ika Widyarini menjelaskan bahwa perubahan dunia kerja membuat ukuran keberhasilan generasi muda tidak lagi hanya dilihat dari capaian akademik.
Lihat Juga :