Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Senin, 29 Juni 2026 - 09:33 WIB
“Masukan dari para rektor pada dasarnya berfokus pada penguatan kapasitas perguruan tinggi, baik melalui peningkatan dukungan terhadap riset, pengembangan sumber daya manusia, maupun kontribusi perguruan tinggi terhadap berbagai program strategis pemerintah. Seluruh masukan tersebut direspons dengan baik oleh Bapak Presiden,” ujar Eduart.
Eduart menambahkan bahwa pertemuan penutupan menjadi momentum penting karena pemerintah tidak hanya menyampaikan arah kebijakan, tetapi juga menerima kompilasi berbagai rekomendasi hasil diskusi selama tiga hari pelaksanaan Sarasehan. Menurutnya, pola dialog dua arah tersebut menjadi fondasi penting bagi terbangunnya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Melalui penutupan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Kemendiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya berbagai solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi dan kesejahteraan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Eduart menambahkan bahwa pertemuan penutupan menjadi momentum penting karena pemerintah tidak hanya menyampaikan arah kebijakan, tetapi juga menerima kompilasi berbagai rekomendasi hasil diskusi selama tiga hari pelaksanaan Sarasehan. Menurutnya, pola dialog dua arah tersebut menjadi fondasi penting bagi terbangunnya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Melalui penutupan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026, Kemendiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya berbagai solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi dan kesejahteraan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
(nnz)
Lihat Juga :