Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Jum'at, 03 Juli 2026 - 16:37 WIB
“Kami membuka pendaftaran beasiswa di bulan September setiap tahunnya. Oleh karena itu masih ada waktu bagi dosen dan mahasiswa UNEJ untuk mempersiapkan diri,” jelas Adrian Putra Rayana.
Kegiatan webinar dibuka oleh Wakil Rektor IV bidang Perencanaan, Kerja sama dan Sistem Informasi UNEJ, Prof. Bambang Kuswandi. Menurutnya, kesempatan mendapatkan beasiswa dari pemerintah Rusia harus dimanfaatkan.
Pasalnya dapat membuka khazanah dan pilihan melanjutkan studi yang selama ini umumnya masih tertuju pada negara-negara Eropa barat. Apalagi banyak kemudahan yang ditawarkan oleh pemerintah Rusia melalui Rumah Rusia.
“Semoga kegiatan hari ini menjadi pintu pembuka menuju kerja sama lainnya, seperti kolaborasi riset semisal di bidang pertanian industrial berkelanjutan yang menjadi visi dan misi UNEJ,” ungkap Prof. Bambang Kuswandi.
Webinar berlangsung hangat, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Contohnya mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Alif Tya yang menanyakan biaya apa saja yang masih harus ditanggung oleh mahasiswa selama di Rusia.
Rekannya dari FISIP, Scientiaria Adhy meminta rekomendasi perguruan tinggi Rusia untuk meneruskan studi Hubungan Internasional. Sementara Fauzan Pambudi dari Fakultas Kedokteran menggali kesempatan beasiswa spesialis di fakultas kedokteran di Rusia.
Kegiatan webinar dibuka oleh Wakil Rektor IV bidang Perencanaan, Kerja sama dan Sistem Informasi UNEJ, Prof. Bambang Kuswandi. Menurutnya, kesempatan mendapatkan beasiswa dari pemerintah Rusia harus dimanfaatkan.
Pasalnya dapat membuka khazanah dan pilihan melanjutkan studi yang selama ini umumnya masih tertuju pada negara-negara Eropa barat. Apalagi banyak kemudahan yang ditawarkan oleh pemerintah Rusia melalui Rumah Rusia.
“Semoga kegiatan hari ini menjadi pintu pembuka menuju kerja sama lainnya, seperti kolaborasi riset semisal di bidang pertanian industrial berkelanjutan yang menjadi visi dan misi UNEJ,” ungkap Prof. Bambang Kuswandi.
Webinar berlangsung hangat, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Contohnya mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Alif Tya yang menanyakan biaya apa saja yang masih harus ditanggung oleh mahasiswa selama di Rusia.
Rekannya dari FISIP, Scientiaria Adhy meminta rekomendasi perguruan tinggi Rusia untuk meneruskan studi Hubungan Internasional. Sementara Fauzan Pambudi dari Fakultas Kedokteran menggali kesempatan beasiswa spesialis di fakultas kedokteran di Rusia.
(nnz)
Lihat Juga :