Hadirkan Direktur Kemenkes RI, FK Unair Cetak Multi-Star Doctor Komunikatif
Jum'at, 10 Juli 2026 - 17:40 WIB
Kuliah tamu FK Unair dengan tajuk Dari Klinis ke Kebijakan: Peran Dokter dalam Transformasi Kesehatan Nasional dan Global. Foto/Unair.
SURABAYA - Tantangan profesi dokter di masa depan kita kompleks. Bukan hanya menguasai medis, dokter juga dituntut punya kemampuan bidang lain, salah satunya komunikasi.
Hal ini mengemuka saat kuliah tamu akademik digelar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Jumat (10/7/2026) dengan tajuk "Dari Klinis ke Kebijakan: Peran Dokter dalam Transformasi Kesehatan Nasional dan Global".
Baca juga: Pendaftaran Akun KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka hingga 31 Oktober, Simak Caranya
Pengisi kuliah tamu ini adalah dr. Imran Pambudi, M.P.H., Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, yang merupakan alumnus FK Unair angkatan 1991.
Menurutnya, para dokter harus menguasai bidang komunikasi, terutama para dokter yang bertugas di daerah harus memahami kultur masyarakat setempat. "Kalau medis sudah pasti, ke depan, komunikasi ini harus dikuasai para tenaga medis (dokter)," ujar Imran.
Dia juga menyebut, alumni kedokteran bisa saja berkiprah di luar medis. Dia menyontohkan salah satu alumni FK Unair yang karirnya justru di luar dunia medis, melainkan di bidang transportasi MRT Jakarta. "Sekarang semakin luas, bukan hanya bidang medis saja," tambahnya .
Hal ini mengemuka saat kuliah tamu akademik digelar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Jumat (10/7/2026) dengan tajuk "Dari Klinis ke Kebijakan: Peran Dokter dalam Transformasi Kesehatan Nasional dan Global".
Baca juga: Pendaftaran Akun KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka hingga 31 Oktober, Simak Caranya
Pengisi kuliah tamu ini adalah dr. Imran Pambudi, M.P.H., Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, yang merupakan alumnus FK Unair angkatan 1991.
Menurutnya, para dokter harus menguasai bidang komunikasi, terutama para dokter yang bertugas di daerah harus memahami kultur masyarakat setempat. "Kalau medis sudah pasti, ke depan, komunikasi ini harus dikuasai para tenaga medis (dokter)," ujar Imran.
Dia juga menyebut, alumni kedokteran bisa saja berkiprah di luar medis. Dia menyontohkan salah satu alumni FK Unair yang karirnya justru di luar dunia medis, melainkan di bidang transportasi MRT Jakarta. "Sekarang semakin luas, bukan hanya bidang medis saja," tambahnya .
Lihat Juga :