Hari Anak Nasional 2026, Puspadaya Perkuat Sekolah Ramah Anak di Jakarta

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:53 WIB
“Puspadaya ingin hadir di tengah-tengah masyarakat. Hari ini kita bersama guru-guru SD menyelaraskan layanan Puspadaya untuk melindungi anak. Kami ingin menjadi mitra strategis guru agar mereka tidak bingung saat menghadapi ancaman atau hal yang tidak menyenangkan. Salah satu fokus utama kami adalah memberikan layanan psikologis bagi korban bullying,” kata Amy saat diwawancarai, Kamis (23/7/2026).

Ia menuturkan, bullying menjadi fokus utama karena maraknya kasus yang terjadi. Menurutnya, Sekolah Ramah Anak harus mampu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi siswa tanpa rasa takut. Terlebih, berdasarkan riset Puspadaya, terdapat 30 ribu kasus bullying yang dilaporkan secara daring dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Baca Juga : Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar

"Kami ingin mewujudkannya bersama dengan menjadi mitra sekolah. Apapun yang terjadi, sekolah harus tetap menjadi tempat yang ramah bagi anak. Jangan sampai karena satu kasus, suasana belajar menjadi tidak nyaman bagi anak-anak lain. Kami menempatkan guru sebagai saksi dan tonggak utama untuk melindungi para korban,” ucap dia.

Komitmen Puspadaya dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak tidak hanya terbatas pada penguatan kapasitas tenaga pendidik dan pendampingan psikologis, tetapi juga mencakup bantuan hukum jika diperlukan.

“Puspadaya memiliki dua layanan utama, yaitu psikologis dan hukum. Jika penanganan psikologis sudah cukup, proses berhenti di situ. Namun, jika korban merasa ada hal yang dirugikan dan ingin berkonsultasi secara hukum, kami akan mendampingi sampai tuntas,” tegas Amy.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!