Ketua Komisi X: Ganti Kurikulum di Masa Pandemi hanya Memicu Kegaduhan

Rabu, 23 September 2020 - 12:03 WIB
Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. Foto: SINDOnews/Abdul Rochim
JAKARTA - Polemik pergantian kurikulum pendidikan yang digulirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim terus berlanjut. Wacana pergantian kurikulum di tengah masa pandemi dinilai kurang strategis dan hanya berpotensi memicu kegaduhan.

"Pergantian kurikulum merupakan langkah besar yang harus dikaji dengan matang. Ibarat membangun rumah, kurikulum merupakan pondasi yang jika diganti maka akan berdampak besar pada bentuk dan model rumah itu sendiri. Pergantian kurikulum bisa saja akan mengganti bentuk dan model pendidikan kita selama ini,” ujar Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, Rabu (23/9/2020).



Huda menilai, pergantian kurikulum pendidikan saat ini relatif tidak mendesak untuk dilakukan. Pertama karena saat ini masih situasi pandemi, dimana seluruh civitas pendidikan masih belum bisa melakukan pembelajaran secara optimal. Menurutnya, konsentrasi semua elemen bangsa saat ini masih tertuju pada upaya penanggulangan wabah corona sehingga upaya merumuskan kurikulum bisa jadi tidak akan maksimal. (Baca juga: Penyederhanaan Kurikulum Dilakukan Terbatas pada 2021 )

Kedua, masih belum ada hasil evaluasi capaian dari penerapan Kurikulum 2013 (K-2013) sehingga tidak diketahui kelebihan dan kekurangan kurikulum tersebut bagi peserta didik di Tanah Air. "Pemerintah harus memberikan argumen-argumen sebagai raison d'etre (alasan) kenapa kurikulum harus diubah, termasuk capaian, kekurangan, dan kelebihan dari Kurikulum 2013,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!