Kurikulum yang Disederhanakan Belum Diterapkan Maksimal
Selasa, 06 Oktober 2020 - 15:35 WIB
Kurikulum khusus atau K13 yang disederhanakan juga belum dirasakan oleh siswa dan orang tua sebagai pendamping anak-anaknya belajar. Penugasan masih banyak dan isi seluruh buku teks pelajaran tidak ada yang dilewati semua dibahas dan ditugaskan.
“Sekolah tidak memiliki keberanian melaksanakan kebijakan memilih kurikulum 13 yang disederhanakan”, ujar Heru.
Heru menuturkan, para kepala sekolah mengaku bingung ingin menggunakan K13 atau Kurikulum khusus. Sebab di lapangan tidak ada petunjuk dan arahan apapun dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi. Sementara untuk membuat kurikulum mandiri, ujarnya masih banyak guru yang tidak mampu.
Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti menerangkan, Kurikulum khusus atau K13 yang disederhanakan seharusnya sangat membantu guru, karena para guru tidak perlu lagi memilih Kompetensi Dasar (KD) mana saja yang esensial dan mana yang tidak.
“Kurikulum khusus atau Kurikulum 2013 yang disederhanakan seharusnya juga dapat meringankan peserta didik dan orang tua peserta didik yang mendampingi anak-anaknya belajar, namun nyatanya dalam PJJ fase 2, penugasan yang banyak dan berat masih juga dialami oleh peserta didik,” ujar Retno.
“Sekolah tidak memiliki keberanian melaksanakan kebijakan memilih kurikulum 13 yang disederhanakan”, ujar Heru.
Heru menuturkan, para kepala sekolah mengaku bingung ingin menggunakan K13 atau Kurikulum khusus. Sebab di lapangan tidak ada petunjuk dan arahan apapun dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi. Sementara untuk membuat kurikulum mandiri, ujarnya masih banyak guru yang tidak mampu.
Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti menerangkan, Kurikulum khusus atau K13 yang disederhanakan seharusnya sangat membantu guru, karena para guru tidak perlu lagi memilih Kompetensi Dasar (KD) mana saja yang esensial dan mana yang tidak.
“Kurikulum khusus atau Kurikulum 2013 yang disederhanakan seharusnya juga dapat meringankan peserta didik dan orang tua peserta didik yang mendampingi anak-anaknya belajar, namun nyatanya dalam PJJ fase 2, penugasan yang banyak dan berat masih juga dialami oleh peserta didik,” ujar Retno.
(mpw)
Lihat Juga :