Wujudkan Kota Literasi, Para Guru di Surabaya Terbitkan 1.000 Buku
Minggu, 18 Oktober 2020 - 08:29 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo menjelaskan tentang penerbitan 1.000 buku. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
SURABAYA - Dinas Pendidikan Kota Surabaya mematangkan penerbitan 1.000 buku karya para guru se-Surabaya. Demi mematangkan konsep dan teknis pengumpulannya, mereka menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi via daring, Sabtu (17/10).
Sosialisasi itu diikuti oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD negeri dan swasta, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP negeri dan swasta, penilik, pengawas, dan koordinator wilayah. Rencananya, ribuan buku itu akan diluncurkan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Guru Nasional pada 25 November 2020 mendatang. (Baca juga: Alhamdulillah, Ribuan Guru Honorer sampai Guru Ngaji di Surabaya Dapat Insentif )
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo menuturkan, demi mewujudkan Kota Surabaya sebagai Kota Literasi, maka pihaknya membuat Program Sasek Sabu (Satu Sekolah Satu Buku). Buku-buku ini adalah karya tulis para guru mulai dari jenjang TK, SD, dan SMP se-Kota Surabaya, serta karya tulis dari pengawas dan penilik sekolah.
"Pengawas, penilik, dan kepala sekolah juga termasuk guru. Mereka adalah guru yang diberi tugas tambahan. Para guru ini bisa menuliskan pengalaman yang sudah dilalui," kata Supomo.
Sosialisasi itu diikuti oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD negeri dan swasta, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP negeri dan swasta, penilik, pengawas, dan koordinator wilayah. Rencananya, ribuan buku itu akan diluncurkan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Guru Nasional pada 25 November 2020 mendatang. (Baca juga: Alhamdulillah, Ribuan Guru Honorer sampai Guru Ngaji di Surabaya Dapat Insentif )
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo menuturkan, demi mewujudkan Kota Surabaya sebagai Kota Literasi, maka pihaknya membuat Program Sasek Sabu (Satu Sekolah Satu Buku). Buku-buku ini adalah karya tulis para guru mulai dari jenjang TK, SD, dan SMP se-Kota Surabaya, serta karya tulis dari pengawas dan penilik sekolah.
"Pengawas, penilik, dan kepala sekolah juga termasuk guru. Mereka adalah guru yang diberi tugas tambahan. Para guru ini bisa menuliskan pengalaman yang sudah dilalui," kata Supomo.
Lihat Juga :