Wujudkan Kota Literasi, Para Guru di Surabaya Terbitkan 1.000 Buku
Minggu, 18 Oktober 2020 - 08:29 WIB
Mantan Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya ini menjelaskan, program ini segaja dibuat untuk terus mengasah kreativitas para guru. Ia juga bersyukur karena para guru menyambut baik program tersebut. "Sudah ada beberapa sekolah yang mengumpulkan buku dari karya para guru ini. Temanya bermacam-macam, sesuai dengan keahlian masing-masing guru," ungkapnya. (Baca juga: Pendidikan Guru Penggerak Diikuti 2.800 Guru )
Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Surabaya Mamik Suparmi menambahkan, karya buku bisa berupa antologi atau kumpulan tulisan para guru, kumpulan esai, kumpulan artikel, hasil karya tulis ilmiah (KTI), maupun karya inovasi guru. "Satu buku minimal 60 halaman. Itu di luar cover, daftar isi, kata pengantar, serta daftar pustaka," ujar Mamik.
Sebelum mengumpulkan buku-buku tersebut, lanjut Mamik, para guru harus mendaftarkan secara online terlebih dahulu. Pendaftaran online disertai dengan mengunggah (upload) file buku dalam bentuk PDF disertai surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM) dari kepala sekolah masing-masing.
"Jadi, kepala sekolah harus memastikan terlebih dahulu bahwa buku yang akan dikirim itu telah terbebas dari unsur SARA, kekerasan, politik, kata dan gambar tidak sopan, serta unsur-unsur provokatif," jelasnya.
Mamik mengungkapkan, buku-buku dalam bentuk PDF tersebut nantinya akan diunggah ke dalam perpustakaan milik Dispendik Kota Surabaya. Dengan begitu, buku tersebut dapat diakses oleh guru-guru dari daerah lain agar bisa terinspirasi.
Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Surabaya Mamik Suparmi menambahkan, karya buku bisa berupa antologi atau kumpulan tulisan para guru, kumpulan esai, kumpulan artikel, hasil karya tulis ilmiah (KTI), maupun karya inovasi guru. "Satu buku minimal 60 halaman. Itu di luar cover, daftar isi, kata pengantar, serta daftar pustaka," ujar Mamik.
Sebelum mengumpulkan buku-buku tersebut, lanjut Mamik, para guru harus mendaftarkan secara online terlebih dahulu. Pendaftaran online disertai dengan mengunggah (upload) file buku dalam bentuk PDF disertai surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM) dari kepala sekolah masing-masing.
"Jadi, kepala sekolah harus memastikan terlebih dahulu bahwa buku yang akan dikirim itu telah terbebas dari unsur SARA, kekerasan, politik, kata dan gambar tidak sopan, serta unsur-unsur provokatif," jelasnya.
Mamik mengungkapkan, buku-buku dalam bentuk PDF tersebut nantinya akan diunggah ke dalam perpustakaan milik Dispendik Kota Surabaya. Dengan begitu, buku tersebut dapat diakses oleh guru-guru dari daerah lain agar bisa terinspirasi.
(mpw)
Lihat Juga :