Kemenag Galang Aktivis Redesain Modul Pembinaan Mahasiswa PTKI se-Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:19 WIB
“Para mahasiswa tidak hanya dibekali kepemimpinan behavior,tetapi juga managerial unggul, intelektualitas dan mampu menangkap dinamika kehidupan sosial,” tegas Dhani. (Baca juga: Salut! Jawara Kompetisi Ini Raih Wisudawan Terbaik ITS dengan IPK 3,94 )
Dhani meminta agar nantinya rekrutmen peserta tidak hanya melibatkan para aktivis organisasi kemahasiswaan (ORMAWA), tetapi juga menyasar kepada mahasiswa yang berpotensi di bidang leadership yang tersebar di mana-mana. “Ada sekian banyak mahasiswa yang konsen pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dan itu harus dilibatkan.”
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Suyitno memandang mendesak akan lahirnya modul Diklatpim dari mulai tingkat dasar, menengah atau lanjutan dan nasional. “Modul Diklatpim diperlukan agar ada persepektif baru tentang kepemimpinan mahasiswaan dan tantangan-tantangan yang dihadapinya,” terang Suyitno.
Suyitno berpendapat di tingkat nasional bisa diistilahkan dengan Diklatpimnas yang dalam penyelenggaraanya satu bulan penuh dengan muatan 100 jam. “Pada masa pandemi bisa ditempuh dengan cara blanded sistem di mana peserta dberikan materi selama satu bulan dan tiga hari menjelang akhir dilakukan penyampaian materi secara offline,” terangnya.
Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang yang juga mantan aktivis mahasiswa ini meminta akan lahir konsep Diklatpim untuk bekal kepemimpinan bagi aktivis SEMA dan DEMA dan modul pengembangan bakat minat untuk mahasiswa bebasis UKM dan UKK.
Dhani meminta agar nantinya rekrutmen peserta tidak hanya melibatkan para aktivis organisasi kemahasiswaan (ORMAWA), tetapi juga menyasar kepada mahasiswa yang berpotensi di bidang leadership yang tersebar di mana-mana. “Ada sekian banyak mahasiswa yang konsen pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat dan itu harus dilibatkan.”
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Suyitno memandang mendesak akan lahirnya modul Diklatpim dari mulai tingkat dasar, menengah atau lanjutan dan nasional. “Modul Diklatpim diperlukan agar ada persepektif baru tentang kepemimpinan mahasiswaan dan tantangan-tantangan yang dihadapinya,” terang Suyitno.
Suyitno berpendapat di tingkat nasional bisa diistilahkan dengan Diklatpimnas yang dalam penyelenggaraanya satu bulan penuh dengan muatan 100 jam. “Pada masa pandemi bisa ditempuh dengan cara blanded sistem di mana peserta dberikan materi selama satu bulan dan tiga hari menjelang akhir dilakukan penyampaian materi secara offline,” terangnya.
Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang yang juga mantan aktivis mahasiswa ini meminta akan lahir konsep Diklatpim untuk bekal kepemimpinan bagi aktivis SEMA dan DEMA dan modul pengembangan bakat minat untuk mahasiswa bebasis UKM dan UKK.
Lihat Juga :