Polimarin Semarang Siap Cetak SDM Berkualitas Bidang Kemaritiman
Senin, 26 Oktober 2020 - 21:02 WIB
Dia menjelaskan, kampusnya bermitra dengan asosiasi profesi untuk mendatangkan praktisi tersebut. Misalnya dengan Ikatan Korps Perwira Pelayaran Niaga Indonesia, Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia dan asosiasi lainnya. "Kita juga kuatkan kompetensi dengan sertifikasi dan pelatihan. Kurikulum berbasis kompetensi dan dual system," jelasnya.
Dia menjelaskan, skema belajar di kampusnya mengadopsi sistem empat semester belajar di kampus dan dua semester berada langsung di kapal. Sebelum berangkat ke kapal pun dia harus melalui pra praktek laut. Setelah dia lulus uji pra praktek laut lalu dia kembali satu tahun untuk bekerja di atas kapal lalu dia turun lagi untuk ujian paska praktek laut. (Baca juga: Pelajar Indonesia Raih 9 Medali di Kompetisi Astronomi-Astrofisika Dunia )
Dia menuturkan, kampusnya selalu bersinergi dengan industri agar capaian pembelajarannya bisa sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja. Bahkan untuk kurikulum, katanya, pihaknya setiap dua tahun itu meninjau kurikulum yang diterapkan untuk mengetahui apa kekurangannya sehingga kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
"Polimarin dan industri bersama-sama berkomitmen. Sebab ketika pelaut berlayar di dunia internasional namanya bukan pelaut Polimarin. Tetapi pelaut Indonesia. Artinya mereka mewakili negara," pungkasnya.
Dia menjelaskan, skema belajar di kampusnya mengadopsi sistem empat semester belajar di kampus dan dua semester berada langsung di kapal. Sebelum berangkat ke kapal pun dia harus melalui pra praktek laut. Setelah dia lulus uji pra praktek laut lalu dia kembali satu tahun untuk bekerja di atas kapal lalu dia turun lagi untuk ujian paska praktek laut. (Baca juga: Pelajar Indonesia Raih 9 Medali di Kompetisi Astronomi-Astrofisika Dunia )
Dia menuturkan, kampusnya selalu bersinergi dengan industri agar capaian pembelajarannya bisa sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja. Bahkan untuk kurikulum, katanya, pihaknya setiap dua tahun itu meninjau kurikulum yang diterapkan untuk mengetahui apa kekurangannya sehingga kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
"Polimarin dan industri bersama-sama berkomitmen. Sebab ketika pelaut berlayar di dunia internasional namanya bukan pelaut Polimarin. Tetapi pelaut Indonesia. Artinya mereka mewakili negara," pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :